KSAL Jamin Anak 23 Marinir Dibiayai Kuliah hingga jadi TNI

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memberikan perhatian penuh terhadap nasib keluarga 23 Marinir yang menjadi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. TNI AL menjamin masa depan anak-anak dari para prajurit tersebut.
Ali menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya para prajurit Marinir. Ia menegaskan komitmen negara untuk memenuhi segala hak keluarga yang ditinggalkan.
"TNI AL menjamin seluruh hak para prajurit yang gugur dan keluarga akan dipenuhi sepenuhnya, sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (29/1).
Prioritas Masuk TNI
Tak hanya memberikan santunan, Ali memastikan pendidikan anak-anak korban terjamin. TNI AL menyiapkan beasiswa penuh hingga mereka lulus sarjana.
Bahkan, Ali membuka jalan lebar bagi anak-anak tersebut jika ingin mengikuti jejak sang ayah mengabdi sebagai tentara.
"(Akan) diberikan kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI atau TNI AL serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban," tambah Ali.
Baca Juga: Kastaf Koarmada I Sebut Peluang Perubahan Doktrin Operasi Amfibi jika Giuseppe Garibaldi jadi Datang
Musibah di Medan Latihan
Tragedi ini terjadi saat para prajurit melaksanakan latihan pratugas satuan tugas pengamanan perbatasan (satgas pamtas) RI-PNG, Sabtu (24/1). Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi memicu pergerakan tanah yang fatal di lokasi latihan.
Hingga Rabu (28/1), tim SAR gabungan dan prajurit TNI AL berhasil mengevakuasi 5 jenazah. Kelima prajurit tersebut adalah Serda (Mar) Sidiq Hariyanto; Praka (Mar) Muhammad Koriq; Praka (Mar) Andre Nicky Olga Suwita; Praka (Mar) Ari Kurniawan; Pratu (Mar) Febry Bramantio.
TNI AL telah mengantar kelima jenazah ke daerah asal masing-masing. Pihak keluarga memakamkan mereka secara militer sebagai bentuk penghormatan negara.
Baca Juga: KSAU Apresiasi Dedikasi hingga Peran Aktif Koopsudnas dalam OMP dan OMSP
Kerahkan Teknologi Canggih
Saat ini, TNI AL masih memfokuskan pencarian terhadap 18 prajurit lainnya. Sebanyak 200 personel Marinir terjun langsung menyisir lokasi bersama instansi terkait.
Tim gabungan mempercepat proses evakuasi dengan dukungan teknologi mutakhir. Mereka menggunakan drone, sensor thermal, hingga anjing pelacak untuk mendeteksi korban di balik material longsor. Alat berat juga beroperasi untuk membuka akses.
"Dedikasi dan loyalitas ke-23 prajurit yang gugur dalam latihan ini merupakan wujud nyata pengorbanan tertinggi prajurit Jalasena demi menjaga keutuhan NKRI," pungkas Ali. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































