KSAL Apresiasi Andil Luar Biasa KRI Frans Kaisiepo-368 selama di Lebanon

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengapresiasi tinggi kinerja Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL pascasukses menyelesaikan misi perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama 14 bulan.
Hal tersebut disampaikan Ali saat menyambut kedatangan KRI Frans Kaisiepo-368 di dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/2) usai berlayar dari daerah misi di Lebanon, sejak pertengahan Januari lalu.
"Saya atas nama pribadi dan seluruh prajurit TNI AL, mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi terhadap kinerja kalian kalian yang telah memberikan kebanggaan bagi TNI, TNI AL, bangsa dan negara," ucap Ali dalam sambutannya di hadapan 119 prajurit satgas.
Baca Juga: 12 Pelatih Puslatsus Komando Marinir Latih Kemampuan Free Fall di Wind Tunnel
Ia menilai sejumlah hal yang telah dikerjakan oleh prajurit satgas selama di Lebanon merupakan peran sebagai duta bangsa dalam mewujudkan tiga peran universal yang melekat dalam pelaksanaan tugas seluruh angkatan laut dunia, yaitu peran militer, peran penegakan hukum (constabulary), dan peran diplomasi.

"(Ketiga) itu telah kalian tunjukkan dengan penuh kebanggaan dan dedikasi yang tinggi. Sekali lagi, saya atas nama pribadi dan seluruh prajurit TNI AL mengucapkan selamat datang kembali ke tanah air. Selamat bertemu dengan keluarga setelah ini, silakan diatur untuk masa cuti kalian," ujar Ali.
Selama setahun bertugas di Lebanon, KRI Frans Kaisiepo-368 menorehkan beberapa prestasi, di antaranya menyelamatkan 323 pengungsi dari kapal tenggelam di Laut Medeterania dan dievakuasi menuju Tripoli untuk ditangani International Committee of the Red Cross (ICRC) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
Baca Juga: Dianggap Memiliki Sepak Terjang Bagus, KSAD Maruli Dapat Penghargaan dari Kesultanan Ternate
Terkait keberhasilan upaya Search and Rescue (SAR) tersebut, Force Commander of Mission Major General Aroldo Lazaro memberikan surat resmi 'Letter of Commendation' yang dikirimkan sebagai pujian atas kepemimpinan, dedikasi, dan profesionalisme.
Selain itu, KRI Frans Kaisiepo-368 juga mendapatkan Lebanese Armed Forcr (LAF) medal yang diberikan oleh Head of LAF-N Laksamana Haissam Dannaoui atas komitmen kapal perang korvet TNI AL tersebut dalam memajukan kerja sama dengan LAF. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































