12 Pelatih Puslatsus Komando Marinir Latih Kemampuan Free Fall di Wind Tunnel

Jakarta, IDM - Sebanyak 12 prajurit pelatih Pusat Latihan Khusus (Puslatsus) Komando Marinir melatih kemampuan terjun bebas (free fall) di fasilitas wind tunnel, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (5/2).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, wind tunnel adalah sarana yang dapat mempermudah prajurit pelatih untuk meningkatkan keterampilan dalam kepelatihan terjun bebas yang semakin berkembang.
Baca Juga: Lanud Roesmin Nurjadin Bersiap Jadi Homebase Rafale
Dalam kegiatan tersebut, para prajurit pelatih Puslatsus berlatih pelayangan dengan stabil di dalam wind tunnel yang berbentuk tabung dengan dikelilingi kaca cukup tebal.

Sehingga para prajurit pelatih mampu melakukan simulasi terjun bebas dan bermanuver dalam wind tunnel seperti saat penerjunan yang sebenarnya.
Baca Juga: Prajurit Satgas Pamtas Mobile Indonesia-Papua Nugini Perdalam Materi Operasi Perintah Tempur
"Diharapkan melalui kepelatihan di wind tunnel ini para prajurit pelatih Puslatsus semakin profesional dalam menghadapi tugas ke depan," kata Komandan Pusat Latihan Khusus (Danpuslatsus) Komando Marinir Mayor (Mar) Empri Airudin. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































