KSAL Ali Terima Brevet Penerbangan TNI AL

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menerima penyematan brevet kehormatan penerbang TNI AL oleh Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Laksamana Muda Imam Musani, Sidoarjo, Selasa (12/9).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, penyematan brevet sebagai salah satu bentuk penghargaan atas andil pemikiran maupun gagasan untuk membangun dan mengembangkan kekuatan TNI AL, khususnya penerbangan.
Baca Juga: Beginilah Respon Tentara Prancis Saat Mencicipi Ransum TNI
Brevet penerbang TNI AL adalah simbol pengakuan terhadap profesionalisme prajurit penerbang dan sebagai bentuk apresiasi bagi personel di luar Puspenerbal, baik militer maupun sipil yang berjasa memberikan kontribusi positif bagi kemajuan organisasi.

Dankormar Mayjen (Mar) Nur Alamsyah yang menghadiri kegiatan tersebut, mengikuti rangkaian penyematan brevet mulai dari prosedur standar operasi penerbangan, meliputi cek kesehatan dan briefing.
Baca Juga: Panglima Yudo Sebut TNI AL Perlu Kekuatan Modern, Deterrent Effect Tinggi
Kemudian, dilanjutkan free flight inspection dan start engine hingga aksi dua helikopter jenis AS-565 MBe Panther serta fly pass enam pesawat G-36 Bonanza. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































