HANKAM

KRI Teluk Palu-523 Angkut Pasukan Penjaga Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

Madura
KRI Teluk Palu-523 tengah bersandar di dermaga Madura, Ujung Surabaya. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM - KRI Teluk Palu-523 bersiap menuju Papua untuk membawa pasukan dan materiil Batalyon Infanteri 527/Baladibya Yudha dari Lumajang, Jawa Timur dan Batalyon Infanteri 407/Padma Kusuma, dari Tegal, Jawa Tengah.

Pemberangkatan dua batalyon infanteri ke Papua sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia-Papua Nugini wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat tersebut, dipimpin oleh Panglima TNI Laksamana Yudo Margono di dermaga Madura, Ujung Surabaya, Senin (3/4).

Komandan KRI Teluk Palu-523 Letkol Laut (P) Siswandony, usai upacara pemberangkatan mengatakan dukungan angkutan laut militer pergeseran pasukan dan materiil dua batalyon TNI AD adalah suatu kebanggaan baginya dan seluruh prajurit KRI.

Baca Juga: Keliling Dunia Selama Tujuh Bulan, Ini Rute yang Dilalui KRI Bima Suci

Ia sangat berharap, dukungan dan doa dari semua pihak agar tugas yang diembannya dapat berjalan dengan aman dan lancar selama pelayaran.

"Semoga cuaca dan lingkungan laut cukup mendukung, sehingga seluruh personel on board KRI masih dapat melaksanakan kegiatan untuk menjaga kebugaran dan melatih kemampuan naluri tempur," kata dia dikutip dari laman TNI AL.

Baca Juga: Brigjen TNI Choirul Anam, Jenderal Kopassus yang Dimutasi Jadi Panglima Divif 3 Kostrad

Sementara itu, Komandan Satuan Lintas Laut Militer 1 Kolonel Laut (P) Yohanes Upang, menyampaikan penugasan KRI Teluk Palu-523 ke Papua harus dimaknai sebagai sebagai kehormatan, sekaligus kepercayaan pemimpin.

"Diharapkan operasi dukungan angkutan laut militer pergeseran pasukan dan materiilnya dapat dilaksanakan dengan baik dan seluruh prajurit pengawak KRI Teluk Palu-523 harus mampu mempertahankan kondisi teknis kapal," tandasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.