KRI Spica-934 dan AL Australia Gelar Latma Survei di Area ZEE Laut Timor

Jakarta, IDM - Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Pushidrosal) mengirim KRI Spica-934 untuk berlatih dengan kapal survei Angkatan Laut Australia dalam Coordinated Hydrographic Survey Exercise (CHSE).
KRI Spica-934 dan kapal survei Angkatan Laut Australia bakal menjalani latihan selama sebulan, yakni 29 September-25 Oktober di masing-masing Zona Ekonomi Ekslusive (ZEE) Indonesia-Australia, yaitu sekitar Laut Timor.
Baca Juga: KSAU Tinjau Persiapan Demo Udara dan Terjun Payung Peringatan HUT ke-78 TNI
Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat, menyampaikan CHSE Indonesia-Australia 2023 adalah satu bentuk kerja sama antara Pushidrosal dan Australian Hydrographic Office (AHO) untuk mencapai solusi bersama.

"Terutama terkait persoalan hidrografi dan pemetaan laut di wilayah perbatasan maritim kedua negara," kata Nurhidayat, dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (2/10).
Baca Juga: TNI Kirim Puluhan Rantis Lapis Baja ke Bali Kawal KTT AIS
KRI Spica-934 yang dikomandani Letkol Laut (P) Deirus Rizki Khair dan Angkatan Laut Australia melaksanakan sejumlah materi umum dalam latihan bersama tersebut, meliputi survei hidrografi, oseanografi, meteorologi, dan geografi maritim. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































