HANKAM

KRI Pulau Fani-731 Melesat ke Singapura, Siap Jinakkan Ranjau di Latma Pandu-26

KRI Pulau Fani-731
Kapal pemburu ranjau, KRI Pulau Fani-731, berangkat dari Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (21/3) menuju Singapura untuk mengikuti latihan bersama Joint Minex Pandu-26. (Foto: Dok. Koarmada II)

Jakarta, IDM – TNI AL mengirimkan salah satu unsur tempur terbaiknya, KRI Pulau Fani-731, untuk bertolak menuju Singapura pada Sabtu (21/3). Kapal pemburu ranjau canggih ini bakal unjuk gigi dalam Latihan bersama (latma) Joint Minex Pandu-26 untuk memastikan jalur maritim internasional bersih dari ancaman peledak bawah laut.

Kepala Staf Komando Armada (Koarmada) II Laksma Agam Endrasmoro melepas langsung keberangkatan kapal perang dari Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II ini.

Uji Nyali di Jalur Perdagangan Dunia

Latihan dua tahunan antara TNI AL dan Angkatan Laut Singapura ini menyasar lokasi strategis, yakni perairan timur Pulau Bintan, Batam, hingga Singapura. Kawasan ini merupakan urat nadi perdagangan global yang sangat vital.

Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Pengawasan, Bakamla Dapat Hibah Peralatan Deteksi Nuklir

Panglima Koarmada II Laksda I Gung Putu Alit Jaya dalam amanatnya menekankan, latihan ini menjadi tolok ukur kesiapsiagaan operasional prajurit.

"Latihan ini merupakan kesempatan bagi prajurit untuk mengukur kemampuan personel dan KRI Pulau Fani-731 dalam lingkup kerja sama taktis. Kami ingin mewujudkan kesiapsiagaan operasional yang nyata," tegas Alit Jaya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Minggu (22/3).

Ia menambahkan, ajang ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana pengujian doktrin operasi satuan. Prajurit harus mampu menghadapi berbagai skenario krisis dan kegiatan peranjauan dengan standar taktik internasional.

Baca Juga: Pangdam Brawijaya Sapa Prajurit Perbatasan Lewat Video Conference di Hari Idulfitri

Matangkan 'Taring' Sebelum Tempur

Sebelum bertolak, TNI AL telah memastikan "taring" KRI Pulau Fani-731 dalam kondisi prima. Sepekan sebelumnya, Agam meninjau langsung kesiapan kapal kelas Frankenthal ini di pangkalan Surabaya.

Para awak KRI Pulau Fani-731
Para awak KRI Pulau Fani-731 bersiap mengikuti latihan bersama Angkatan Laut Singapura. (Foto: Dok. Koarmada II)

Para prajurit melakukan pemeriksaan total pada instrumen sensitif, mulai dari sistem navigasi digital hingga peralatan operasi ranjau. Setiap sudut kapal dicek untuk menjamin sensor dan sonar mutakhir milik KRI Pulau Fani-731 mampu mendeteksi benda sekecil apa pun di dasar laut.

"Kesiapan personel maupun material sangat penting guna mendukung kelancaran pelaksanaan latihan. Hal ini sekaligus menjaga profesionalisme prajurit TNI AL dalam setiap kegiatan operasi maupun latihan bersama," ujar Agam saat meninjau kesiapan kapal.

Baca Juga: Hadiah Idulfitri 2026, TNI AD Berhasil Bangun Jembatan Armco di Kabupaten Nias

Dua Fase Krusial: Pangkalan dan Laut

Dalam Joint Minex Pandu-26, prajurit kedua negara akan melakoni dua fase utama, yakni fase pangkalan (harbour phase) untuk mematangkan strategi, koordinasi, dan pertukaran pandangan di darat.

Kemudian, fase laut (sea phase) untuk mempraktikkan pemburuan ranjau secara nyata di kedalaman air (mine countermeasures).

Kerja sama militer ini memiliki sejarah panjang sejak era 1990-an. Kehadiran KRI Pulau Fani-731 dengan teknologi sensor terbarunya diharapkan mampu meningkatkan kekompakan (interoperabilitas) dengan armada Singapura, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Selat Malaka. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.