Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II menyisir dan menetralkan material logam berbahaya di perairan Manyar, Gresik, Jawa Timur. Operasi penyisiran bawah air ini berlangsung selama 11 hari, sejak 23 September hingga 3 Oktober 2026.
TNI AL mengirimkan salah satu unsur tempur terbaiknya, KRI Pulau Fani-731, untuk bertolak menuju Singapura pada Sabtu (21/3). Kapal pemburu ranjau canggih ini bakal unjuk gigi dalam Latihan bersama (latma) Joint Minex Pandu-26 untuk memastikan jalur maritim internasional bersih dari ancaman peledak bawah laut.
Perwira pembantu 1 staf operasi TNI AL, Kolonel Laut (P) Dedy Rorna Widyandono memimpin sosialisasi penggunaan pusat data hidrografi nasional (IHDC) kepada para prajurit Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II, secara virtual, Surabaya, Kamis (17/4).
Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II akan melibatkan kapal perang pemburu ranjau KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 dalam latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) tingkat III (L3) 2024.
Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II menyiapkan dua kapal perang pemburu ranjau, KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 untuk mengikuti latihan bersama Joint Mine Warfare Exercise (Minex) Pandu 2024.