HANKAM

Latihan Bersama Singapura, TNI AL Akan Kirim 2 Kapal Pemburu Ranjau

Apel gelar kesiapan prajurit
Apel gelar kesiapan prajurit dan unsur kapal perang pemburu ranjau KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 untuk mengikuti latihan bersama Joint Minex Pandu 2024, Surabaya, Rabu (8/5). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II menyiapkan dua kapal perang pemburu ranjau, KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 untuk mengikuti latihan bersama Joint Mine Warfare Exercise (Minex) Pandu 2024.

Selain dua kapal pemburu ranjau berjenis Mine Counter Meassure Vessel (MCMV), pasukan dari Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmada II juga dikerahkan untuk mengikuti latihan bersama Joint Minex Pandu 2024 bersama Angkatan Laut Republik Singapura.

Sebelum pemberangkatan untuk latihan, Kepala Staf Koarmada II Laksamana Pertama Isswarto memimpin apel gelar untuk memastikan kondisi atau kesiapan prajurit maupun unsur-unsur yang dikerahkan, bertempat di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (8/5).

Baca Juga: Pangdivif 1 Kostrad Tinjau Latihan Terjun Penyegaran Statik Yonif 305 Kostrad

Dalam amanatnya, Isswarto menyampaikan latihan Joint Minex Pandu merupakan kesempatan bagi jajaran Koarmada II untuk mengukur kemampuan personel dan KRI dalam lingkup kerja sama operasional.

Apel gelar kesiapan prajurit
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

"Latihan ini adalah sarana pengujian doktrin operasi sesuai fungsi satuan, mulai dari tahap perencanaan sampai pengakhiran," jelas Isswarto, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.

Selain itu, latihan ini akan fokus pada pemburuan dan tindakan perlawanan ranjau untuk memberikan dukungan timbal balik serta tujuan bersama dalam mengatasi krisis, kontingensi dan kegiatan peranjauan dalam keamanan maritim dengan menggunakan standar taktik, teknik, dan prosedur.

Baca Juga: Banjir dan Tanah Longsor di Luwu, TNI AU Berhasil Evakuasi Ratusan Warga dari Wilayah Terisolir

Adapun Joint Minex Pandu merupakan latihan bilateral antara Angkatan Laut Indonesia dengan Singapura yang dilaksanakan setiap dua tahun, bertujuan meningkatkan hubungan baik dan interoperabilitas antara kedua negara serta meningkatkan profesionalisme prajurit.

"TNI AL dan Angkatan Laut Singapura (Republic Of Singapura Navy) masing-masing akan melibatkan dua kapal perang pemburu ranjau," kata Isswarto.

Pada Joint Minex Pandu 2022 yang digelar pada 10-16 Agustus di Singapura, TNI AL dalam hal ini Koarmada II mengerahkan KRI Pulau Rengat-711 dan KRI Pulau Rupat-712. Sementara Angkatan Laut Singapura membawa dua kapal perang RSS Bedok dan RSA Punggol. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.