HANKAM

Jabatan Komandan Kapal Pemburu Ranjau, KRI Pulau Fanildo-732 Berganti

Komandan KRI Pulau Fanildo-732
Jabatan komandan KRI Pulau Fanildo-732 berganti, Surabaya, Senin (30/12). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II mengganti jabatan komandan KRI Pulau Fanildo-732 di Surabaya, Senin (30/12).

Adapun jabatan komandan KRI Pulau Fanildo-732 diserahkan oleh Letkol Laut (P) Slamet Ariyadi kepada Komandan Satuan Kapal Ranjau (Dansatran) Koarmada II Kolonel Laut (P) Fitriyan Rupito.

Pada kesempatan tersebut, Fitriyan mengatakan tanggung jawab atas suatu jabatan adalah amanah sekaligus kepercayaan.

Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 34 Karung Balpres Ilegal dari Timor Leste

"Terdapat konsekuensi yang tidak ringan sehingga setiap jabatan dituntut untuk dapat menampilkan kinerja terbaik agar mampu membawa perubahan dalam organisasi yang dipimpin kearah yang lebih baik," kata Fitriyan, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Selasa (31/12).

Dia menyampaikan harapannya kepada Slamet agar dapat mengambil pengalaman selama menjabat sebagai komandan KRI Pulau Fanildo-732.

"Manfaatkan kesempatan ke depan untuk mengembangkan wawasan serta pengalaman dalam kedinasan di lingkungan TNI," tegasnya.

Sebelumnya, Slamet mulai memimpin KRI Pulau Fanildo-732 bersamaan dengan Komandan KRI Pulau Fani-731 Letkol Laut (P) Mufianto Machfud, sejak pengukuhan jabatan keduanya oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, Surabaya, pada Agustus 2023.

Baca Juga: Wakil KSAD Sebut Air Jadi Kunci Percepatan Swasembada Pangan

KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 merupakan kapal pemburu ranjau buatan Jerman yang dibuat di Galangan Kapal Abeking & Resmussen, Lamwerder-Bremen. Kapal berjenis MCMV (mine counter measure vessel) itu memiliki spesifikasi panjang 61,4 meter, lebar 11,1 meter, dan bobot 1.444 ton. Kapal dapat berlayar dengan kecepatan maksimal 18 knot, kecepatan jelajah 10 knot, dan kecepatan ekonomis 10 knot.

Kapal berbahan dasar baja non-magnetik itu dilengkapi dengan empat unit lift craft, dua unit perahu karet (rigid hull inflatable boat), degaussing system yang dapat mengurangi daya magnetik kapal, dan penggerak motor elektrik yang mampu mengurangi suara bising.

Dua kapal pemburu ranjau itu juga memiliki perangkat autonomous underwater vehicle (UAV) yang dapat mendeteksi dan mengidentifikasi kontak/objek dalam air, dan unmanned surface vessel (USV) yang berfungsi membersihkan ranjau di permukaan laut. Ada juga remotely operated vehicle (ROV) dan peralatan sonar bawah air untuk mendeteksi ancaman di perairan dalam. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.