Pasukan Ranjau TNI AL Sisir Logam Berbahaya di Perairan Manyar

Jakarta, IDM – Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II menyisir dan menetralkan material logam berbahaya di perairan Manyar, Gresik, Jawa Timur. Operasi penyisiran bawah air ini berlangsung selama 11 hari, sejak 23 September hingga 3 Oktober 2026.
Penyisiran diawali dengan pemetaan wilayah dan pendekteksian bawah laut untuk melacak titik lokasi logam berbahaya. Setelah data terkumpul, tim prajurit mengamankan area sekitar lalu memproses netralisasi material tersebut.
Baca Juga: Pomdam Jaya Periksa Prajurit Terkait Keterlibatan Kasus Judi Online di Cijantung
Usai proses netralisasi, tim Satran Koarmada II kembali menyelam untuk melakukan pemeriksaan ulang (re-checking). Tahap akhir ini dilakukan untuk memastikan seluruh area perairan Manyar benar-benar bersih dan aman.
Komandan Satran Koarmada II Kolonel Laut (P) Mufianto Machfud menjelaskan, keberhasilan operasi ini membuktikan kesiapsiagaan prajuritnya dalam menangani ancaman bawah laut serta peperangan ranjau.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan ruang maritim agar tetap mendukung aktivitas masyarakat serta keberlangsungan ekosistem pesisir," ujar Mufianto, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (15/10).
Baca Juga: Bagaimana Ketentuan Status Gugur Prajurit TNI? Ini Penjelasannya
Mufianto menegaskan keberadaan ruang perairan yang bersih dari bahaya menjadi kunci utama dalam menjaga roda perekonomian warga lokal.
"Lingkungan perairan yang aman dan terjaga menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kehidupan masyarakat serta aktivitas ekonomi di wilayah pesisir," tambahnya.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































