HANKAM

KRI Makassar-590 Berlayar dari Surabaya, TNI AL Tambah Armada untuk Bantuan Sumatra

KRI Makassar-590
KRI Makassar-590 diberangkat dari dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/12). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – KRI Makassar-590 diberangkatkan dari Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/12) untuk mengangkut bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kapal jenis LPD dari Komando Armada (Kormada) II ini dikerahkan sebagai unsur tambahan TNI AL untuk mempercepat penyaluran logistik ke tiga provinsi tersebut. KRI Makassar-590 dapat diandalkan karena kapasitas angkut besar serta kemampuan menjangkau berbagai titik distribusi bantuan.

Baca Juga: Tiga Kapal Perang RI–India Dikerahkan untuk Patroli Terkoordinasi 2025 di Sabang

Keberangkatan KRI Makassar-590 dilepas langsung oleh Pangkoarmada II Laksda I Gung Putu Alit Jaya. Dalam arahannya, ia menegaskan pengerahan unsur KRI Makassar-590 menjadi bukti kesiapsiagaan Koarmada II dalam merespons situasi darurat di seluruh wilayah Indonesia.

“Keberadaan unsur KRI di lapangan mencerminkan komitmen Koarmada II sebagai garda terdepan dalam mendukung penanganan pasca bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (11/12).

bantuan kemanusiaan
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

KRI Makassar-590 yang dipimpin Kolonel Laut (P) Suharto ini selanjutnya akan menuju sejumlah titik yang membutuhkan dukungan logistik untuk memastikan bantuan dapat segera tersalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Baca Juga: Wakil KSAU dan Jenderal Prancis Bahas Kedatangan Jet Tempur Rafale

Sebelumnya, Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen Osmar Silalahi mengatakan TNI menambah dua kapal jenis LPD, yakni KRI Surabaya-591 dan KRI Makassar-590 untuk membantu penanganan banjir bandang dan longsor di Sumatra.

Dengan tambahan ini, total 16 KRI dikerahkan, termasuk 11 unsur yang sudah beroperasi di wilayah terdampak. Selain dua kapal LPD tersebut, TNI AL juga mengirim kapal tanker KRI Bontang-907 ke Sibolga untuk menyuplai bahan bakar. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.