
Percepat Distribusi Bantuan Logistik, TNI AL Kerahkan KRI Makassar-590 di Aceh
TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Makassar-590 untuk mempercepat distribusi bantuan logistik bagi korban bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Makassar-590 untuk mempercepat distribusi bantuan logistik bagi korban bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh.

TNI AL mengerahkan 310 prajurit Zeni Marinir untuk membantu mempercepat pemulihan pascabencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pasukan tersebut diberangkatkan sebagai bagian dari dukungan pemerintah dalam penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.

KRI Makassar-590 diberangkatkan dari Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/12) untuk mengangkut bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

TNI menambah kekuatan dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk membantu penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra. Dua KRI itu adalah KRI Surabaya-591 dan KRI Makassar-590, yang merupakan kapal jenis landing platform dock (LPD).

KRI Makassar-590 melaju saat parade kapal perang dan alutsista TNI Angkatan Laut di perairan Teluk Jakarta, Kamis (2/10). Dalam kegiatan ini, TNI AL mengerahkan pasukan khusus laut (Passusla) serta 51 unsur kapal perang, yang terdiri atas enam fregat, 10 korvet, dua kapal selam, kapal jenis LST dan LPD, 16 kapal cepat, dua kapal pemburu ranjau, enam kapal patroli, empat kapal bantu, serta dua kapal latih taruna AAL, yakni KRI Dewaruci dan KRI Bima Suci.

Menjelang pendaratan amfibi gabungan dalam latihan Super Garuda Shield 2025, Marinir TNI AL bersama Amerika Serikat, Belanda, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura menggelar simulasi taktik (TFG) di geladak heli KRI Makassar-590, Dabosingkep, Kepulauan Riau, Senin (1/9).

Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal), Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah melepas Satuan Tugas (Satgas) Latihan Praktek (Lattek) Pelayaran Gabungan Wira Jala Yudha (WJY) 23 di Surabaya, Jumat (3/1).

Kapal perang HMAS Adelaide milik Angkatan Bersenjata Australia (ADF) melakukan debarkasi 1.300 prajurit gabungan menuju daerah latihan, saat sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Minggu (10/11).

Sebanyak 3 tank amfibi jenis BMP-3F dan LVT-7-A1 milik Marinir TNI AL, muncul dari lambung kapal KRI Makassar-590 yang tampak mengapung di tengah perairan Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (5/8).

Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi (Yonranratfib) 2 Marinir melakukan embarkasi pasukan dan material tempur ke KRI Makassar-590, Surabaya, Senin (2/9), menuju Situbondo.