310 Marinir Dikirim ke Aceh–Sumatera, Percepat Pemulihan Pascabencana

Jakarta, IDM – TNI AL mengerahkan 310 prajurit Zeni Marinir untuk membantu mempercepat pemulihan pascabencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pasukan tersebut diberangkatkan sebagai bagian dari dukungan pemerintah dalam penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Pelepasan bantuan dan personel dilakukan menggunakan KRI Makassar-590 dari dermaga Kolinlamil, Jakarta, Selasa (16/12), ditinjau langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.
Amran menyampaikan, pengiriman bantuan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga: Kiprah TNI AD di Sumatra, dari Bangun Jembatan Bailey hingga Pasang Lampu Tenaga Surya
“Ini kolaborasi kami dengan TNI AL dalam mengirimkan bantuan ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujarnya, dikutip dari keterangan Dispenal.
Sementara itu, Ali menjelaskan pada pengiriman tahap ketiga ini, TNI AL juga mengerahkan Satgas Zeni Marinir untuk menangani pemulihan pascabencana.

“Prajurit Marinir akan melaksanakan pra-rekonstruksi dan rehabilitasi bagi masyarakat terdampak bencana alam,” kata Ali.
Baca Juga: Check D Rampung, Boeing 737-400 TNI AU Kembali Perkuat Skadron Udara 17
Sebelumnya, TNI AL melalui Korps Marinir telah memberangkatkan Satgas Zeni Marinir yang diawali dengan apel pemberangkatan di lapangan M Silam, Kolinlamil, Jakarta. Apel tersebut dipimpin oleh Komandan Pasukan Marinir (Danpasmar) 1 Mayjen (Mar) Ili Dasili.
Satgas Zeni Marinir dipimpin oleh Letkol (Mar) Zainal dan dilengkapi berbagai peralatan pendukung, mulai dari alat zeni konstruksi, alat berat, kendaraan taktis dan angkut, dapur lapangan, hingga perangkat komunikasi serta pembangkit listrik.
Pasukan ini akan melaksanakan sejumlah tugas, antara lain pembersihan material sisa bencana, perbaikan infrastruktur darurat, pembangunan fasilitas sementara, serta dukungan logistik dan kemanusiaan guna mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.
Baca Juga: Peran C-130J, Angkut Peralatan untuk Perbaiki Akses Transportasi di Wilayah Bencana
Pengerahan Satgas Zeni Marinir dilakukan berdasarkan surat telegram Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut terkait percepatan penanganan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat serta bersinergi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana secara cepat dan berkelanjutan,” tegas Ali. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































