TNI AL mulai menarik bertahap pengerahan kapal perang (KRI) dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Penarikan dilakukan seiring bergesernya penanganan bencana dari fase tanggap darurat ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
TNI AL mengerahkan 310 prajurit Zeni Marinir untuk membantu mempercepat pemulihan pascabencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pasukan tersebut diberangkatkan sebagai bagian dari dukungan pemerintah dalam penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.