KRI Bung Karno-369 dan Tiga Kapal Perang TNI AL Bakal Dipasang Meriam Marlin 40

Jakarta, IDM - Dinas Material Senjata dan Elektronika TNI AL (Dissenlekal) melakukan kontrak pengadaan empat unit meriam 40mm single barrel Independent Line of Sight (ILOS) Leonardo buatan Italia.
Dikutip dari laman TNI AL, Kamis (22/6), kontrak pengadaan tersebut bertujuan memenuhi persenjataan pada kapal patroli cepat (PC) 60 dan angkut tank (LST) yang dibuat di dalam negeri.
Baca Juga: Tingkatkan Keamanan di Laut Sarmi, TNI AL Dirikan Pangkalan Militer
Meriam tersebut berbobot ringan dan ringkas, sehingga mudah diinstal pada berbagai macam kapal permukaan sebagai meriam utama. Nantinya, 40mm single barrel ILOS akan dipasang di KRI Bung Karno, KRI Dorang, KRI Bawal, dan KRI Bintuni.
Selain itu, Kepala Dinas Material Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Kadissenlekal) Laksamana Pertama TNI Dwi Cahyo Kuncoro, mengukuhkan Mayor laut (E) Jaka Winanto, sebagai Komandan Satgas pemasangan meriam 40mm.
Baca Juga: Bakamla RI Bakal Dapat Hibah Drone dari AS
Satgas ini dibentuk untuk membantu Pejabat Pembuat Komitmet (PPK) di dalam pekerjaan pemasangan meriam 40mm. Pemasangan meriam meliputi tahapan instalasi, setting to work, harbour acceptance test, dan sea acceptance yest. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































