Kopassus Berkomitmen Gunakan Alpalhankam Buatan Dalam Negeri

Jakarta, IDM - Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Djon Afriandi memastikan pihaknya berkomitmen menggunakan alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) buatan dalam negeri. Hal ini dikatakannya saat mengunjungi BUMN pertahanan, PT Pindad di Bandung beberapa waktu lalu.
“Kopassus pada dasarnya berkomitmen untuk berusaha bagaimana sistem persenjataan, khususnya senjata perorangan, perlengkapan alpalhankam dapat kita adakan (produksi) sendiri dari dalam negeri agar bisa digunakan secara maksimal," kata Danjen Kopassus seperti dikutip dari keterangan Humas PT Pindad, Rabu, (12/6).
Baca Juga: Menteri Pertanian Amran Sulaiman Sebut KSAD Sebagai Bapak Pangan
Lebih lanjut kata Danjen Kopassus pihaknya menyadari bahwa proses untuk menggunakan Alpalhankam itu tidak akan mudah, namun apabila kita berkomitmen untuk terus menggunakan produk dalam negeri (khususnya PT Pindad) dan melaksanakan evaluasi, lama-kelamaan alat yang kita gunakan dapat menjadi lebih baik lagi.
"Mudah-mudahan dengan niat baik kita, insyaallah Pindad tetap bisa memproduksi dan meningkatkan kualitas produk persenjataan, munisi, kendaraan taktis, hingga kendaraan khusus lainnya,” kata Danjen Kopassus yang juga menyebut baru-baru ini Kopassus juga telah mencoba performa senapan serbu AM-1 Pindad.
Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI AL Jalani Seleksi Satgas MTF Lebanon 2025
Dalam kunjungan ini, Danjen Kopassus beserta jajaran mencoba mengendarai Ranops Maung serta mencoba secara langsung kemampuan berbagai senjata buatan Pindad baik senapan maupun pistol. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































