Ratusan Prajurit TNI AL Jalani Seleksi Satgas MTF Lebanon 2025

Jakarta, IDM - Sebanyak 240 prajurit TNI AL mengikuti seleksi untuk menjadi pasukan Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-P UNIFIL 2024-2025.
Ratusan prajurit TNI AL tersebut mendapatkan sejumlah pengarahan dari Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Brigjen Taufik Budi Santosa di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/6).
Taufik menekankan kepada seluruh peserta untuk melaksanakan seleksi dengan penuh rasa tanggung jawab, memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan seleksi dan berkompetisi secara sehat.
Baca Juga: Kronologis OPM Bakar Mobil dan Bunuh Sopir di Paniai
"Ikuti peraturan yang ada, perhatikan faktor keamanan, dan jaga kesehatan untuk mengoptimalkan hasil seleksi yang akan dicapai," pesan Taufik, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Rabu (12/6).

Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P UNIFIL ini dipersiapkan untuk menggantikan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O pada awal 2025 mendatang, setelah 14 bulan bertugas menjadi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.
Adapun Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O yang dipimpin Letkol Laut (P) Wirastyo Haprabu, saat ini tengah bertugas di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan membawa unsur KRI Diponegoro-365 dan helikopter Panther HS-1306.
Baca Juga: Menteri Pertanian Amran Sulaiman Sebut KSAD Sebagai Bapak Pangan
Satgas tersebut terdiri dari 120 prajurit TNI AL yang meliputi 103 anak buah kapal (ABK) KRI Diponegoro, terdiri dari 32 perwira, 51 bintara, dan 20 tamtama.
Kemudian, 16 personel pendukung di antaranya penerbang flight engineers, air crew, perwira kesehatan, intelijen, psikologi, penerangan dan hukum serta Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan penyelam. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































