HANKAM

Komandan Lanudal Juanda Bikin Simulator Pesawat untuk Siswa Sekolah Penerbang TNI AL

flight simulator
Penyerahan flight simulator dari Danlanudal Juanda Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo kepada kepada Komandan Pusdiksus Kolonel Laut (P) Gering Sapto Sambodo. (Foto: Dok. Pen Kodiklatal)

Jakarta, IDM - Tiga prajurit Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) menciptakan flight simulator untuk Sekolah Penerbang Angkatan Laut (Senerbal) Pusdiksus Kodiklatal.

Flight simulator tersebut dibuat oleh Danlanudal Juanda Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo bersama Pasops Lanudal Juanda Mayor Laut (P) Febriyanto Adi Nugroho, dan Flight IV Skuadron 800 Wing Udara 2 Mayor Laut (E) Imam Hariadi.

Heru mengungkapkan, simulator ini terinspirasi saat dirinya menjadi komandan sekolah.

Baca Juga: Antisipasi Keadaan Darurat, Puluhan Penerbang Tempur Ikuti Latihan Parasailing ‘Emergency Escape and Eject’

"Dan saat itu saya berfikir peralatan apa yang dapat membantu siswa dalam mendukung lattek terbang," ungkap Heru, dikutip dari keterangan Pen Kodiklatal, Kamis (19/10).

Menurutnya, flight simulator ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan siswa sebelum menerbangkan langsung pesawat udara.

"Simulator ini dibuat dengan biaya yang tidak mahal dan programnya mudah," ujarnya.

Baca Juga: Kapal Cepat Rudal 60 Meter KRI Tombak-629 Berganti Komandan

Ia menceritakan, flight simulator didesain dan dirangkai sendiri. Setelah jadi dan melewati uji coba, hasilnya alat tersebut sangat membantu para siswa Senerbal untuk belajar terbang dan cara bernavigasi dengan baik.

"Dengan real time dan dimensi yang betul-betul 3D nya kelihatan, di situlah kita bisa terbang instrum," jelasnya.

Kemudian, Heru membeberkan keunggulan alat simulator ini, yakni ketika memasukan data pesawat-pesawat udara TNI AL jenis terbaru, dapat diprogramkan dengan flight simulator tersebut.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lanud SMH Beri Bantuan untuk Petani Binaan

Pada kesempatan tersebut, Heru menyerahkan karya flight simulator buatannya bersama dua prajurit lainnya kepada Komandan Pusdiksus Kolonel Laut (P) Gering Sapto Sambodo di Senerbal Juanda, Sidoarjo, Rabu (18/10).

Gering mengatakan flight simulator merupakan inovasi yang luar biasa dari Lanudal Juanda. Alat ini sangat dibutuhkan oleh para penerbang, terutama para siswa Dikpabang.

"Alat ini bisa meminimalisir suatu kesalahan, tetapi sesudah mahir memanfaatkan simulator, maka accident menjadi jauh lebih kecil dan mendekati zero," katanya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.