HANKAM

Koarmada II Bahas Persiapan Pelayaran KRI Brawijaya dari Italia hingga Latma Sea Garuda

Pangkoarmada II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya.
Pangkoarmada II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya memimpin rapat rencana garis besar pelayaran KRI Brawijaya-320 dan persiapan latma Sea Garuda22AB-25 di Surabaya, Rabu (16/7). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda I Gung Putu Alit Jaya memimpin rapat rencana garis besar kesiapan operasi penyeberangan KRI Brawijaya-320 dari Italia menuju Indonesia.

Komandan KRI Brawijaya-320 Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh dalam paparannya secara virtual, Surabaya, Rabu (16/7) menjelaskan tiga hal yang harus diutamakan dalam persiapan pelayaran kapal perang patroli lepas pantai (OPV) itu.

Baca Juga: Rencana TNI AL Kirim Taifib dan Denjaka ke Pakistan, Latihan dengan Pasukan SSG

"Penjelasan tersebut mencakup kesiapan teknis, jalur operasi, serta dukungan logistik yang akan digunakan dalam misi penyeberangan mendatang" ujar Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar Prima Hadi, dalam keterangan Dispen Koarmada II, dikutip Kamis (17/7).

Selain itu, Pangkoarmada II juga menerima paparan dari Komandan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Kolonel Laut (P) Fadhlon mengenai persiapan latihan bersama TNI AL dengan Angkatan Laut Thailand dalam Sea Garuda 22AB-25.

"Latihan bersama ini merupakan bagian dari kerja sama militer internasional yang melibatkan unsur laut dari Koarmada II dan Angkatan Laut Negara Thailand, dengan fokus pada peningkatan interoperabilitas dan kemampuan taktis operasi laut gabungan," lanjutnya.

Sebelumnya, Sea Garuda yang digelar dua tahun sekali oleh TNI AL dan Angkatan Laut Thailand ini digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada Juni 2023.

Baca Juga: Tiga Satker TNI AU Raih Penghargaan Laporan Keuangan Terbaik dari Kemhan

Kala itu, TNI AL mengerahkan KRI RE Martadinata-331, satu pesawat udara MPA CN-235, satu helikopter Panther, dan satu tim Korps Marinir.

Sedangkan Angkatan Laut Thailand melibatkan kapal perang HTMS Bhumibol Adulyadej, satu tim Korps Marinir Thailand, satu tim skuadron anti-kapal selam, distinguish visitor, dan satu flag officer on board. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.