HANKAM

Koarmada I Siaga, 3 KRI Simulasi Pertahanan Udara hingga Manuver Taktis

Prajurit KRI Tuna-876
Prajurit KRI Tuna-876 bermanuver di perairan Pulau Rupat, Rabu (11/3) menggunakan rubber boat, bersiap melakukan simulasi VBSS. Di belakang, KRI Beladau-643 siaga memberikan perlindungan. (Foto: Dok. Koarmada I)

Jakarta, IDM – TNI AL menyiagakan kekuatan di wilayah perairan strategis. Sebanyak tiga kapal perang (KRI) menggelar latihan tempur mulai dari simulasi serangan udara hingga manuver taktis di tengah laut.

Komando Armada (Koarmada) I mengerahkan KRI Halasan-630, KRI Tuna-876, dan KRI Beladau-643 untuk menguji kesiapan operasional prajurit. Latihan ini berlangsung di wilayah perairan operasional, termasuk kawasan Pulau Rupat, untuk memastikan setiap unsur siap menghadapi potensi ancaman.

Baca Juga: TNI AL Dukung MBG hingga Ketahanan Pangan di 2026

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Letkol Laut (P) Ary Mahayasa menjelaskan, rangkaian latihan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit sesuai perintah pimpinan. Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan setiap unsur kapal perang dalam menjaga keamanan wilayah laut.

"Kegiatan ini mendukung penekanan Pangkoarmada I Laksda Haris Bima Bayuseto, agar setiap unsur KRI selalu siap operasional dan siap tempur dalam menjaga keamanan wilayah laut," ujar Ary, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Kamis (12/3).

Awak KRI Tuna-876
Awak KRI Tuna-876 memperdalam kemampuan latihan pertahanan udara. (Foto: Dok. Koarmada I)

Simulasi Tempur dan Keamanan Laut

Dalam latihan ini, KRI Halasan-630 fokus pada simulasi peran tempur bahaya udara. Seluruh prajurit melatih respons cepat mulai dari deteksi ancaman di langit, penyampaian informasi, hingga prosedur penanggulangan ancaman udara secara terkoordinasi.

Prajurit KRI Halasan-630
Prajurit KRI Halasan-630 di pos tempur saat latihan deteksi dan respons cepat hadapi ancaman dari udara. (Foto: Dok. Koarmada I)

Di sisi lain, KRI Tuna-876 dan KRI Beladau-643 memantapkan manuver taktis di perairan Pulau Rupat. Kedua kapal ini mempraktikkan pengisian bahan bakar di tengah laut atau Replenishment at Sea Approach, sebuah teknik vital agar kapal bisa beroperasi lebih lama di laut.

Baca Juga: Kaskoopsudnas Tegaskan Kesiapan Operasional Tidak Terlepas dari Harwat Alpalhankam

Para prajurit juga mengasah kemampuan tim khusus dalam pemeriksaan dan penggeledahan kapal atau Visit, Board, Search and Seizure (VBSS). Materi ini sangat penting untuk menindak pelanggaran hukum di laut secara cepat dan tepat.

Selain itu, awak kapal melatih komunikasi isyarat bendera serta latihan dasar pertahanan udara atau Air Defense Exercise. Seluruh rangkaian latihan ini bertujuan agar koordinasi dan kemampuan teknis prajurit tetap tajam sesuai prosedur operasi standar. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.