HANKAM

TNI AL Dukung MBG hingga Ketahanan Pangan di 2026

Aster KSAL Laksda Bram Rusman
Aster KSAL Laksda Bram Rusman Namin membuka rapat koordinasi teritorial 2026 di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Rabu (11/3). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – TNI AL langsung tancap gas menyambut tahun anggaran 2026. Tak hanya sekadar menjaga laut, para prajurit teritorial matra laut kini mengemban tugas khusus, mengawal program makan bergizi gratis (MBG) hingga menjaga stok pangan nasional.

TNI AL menegaskan omitmen ini dalam rapat koordinasi teritorial 2026 di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Rabu (11/3). Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Laut (Aster KSAL) Laksda Bram Rusman Namin meminta jajarannya bergerak lincah dan cepat beradaptasi dengan kebutuhan rakyat.

Baca Juga: Kaskoopsudnas Tegaskan Kesiapan Operasional Tidak Terlepas dari Harwat Alpalhankam

"Kita samakan persepsi dan selaraskan kebijakan. Komunikasi antara pusat dengan satuan pelaksana harus kuat agar program kerja berjalan efektif dan selaras dengan arahan pimpinan TNI AL," ujar Laksda Bram, dikutip dari laman TNI AL, Kamis (12/3).

Laksda Bram ingin para insan teritorial menjadi solusi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar pengawas. Ia menginstruksikan seluruh jajaran mengevaluasi total capaian tahun lalu demi mengejar target 2026 yang lebih menantang.

Fokus Makan Bergizi dan Mitigasi Bencana

Pembahasan rapat koordinasi teritorial kali ini memang cukup menarik karena menyentuh urusan perut rakyat. TNI AL secara spesifik memasukkan dukungan terhadap program makan bergizi gratis sebagai agenda prioritas. Strateginya, TNI AL akan memanfaatkan seluruh potensi maritim untuk menyokong kebutuhan gizi masyarakat pesisir.

Selain urusan pangan, isu Ketahanan Keamanan Rakyat Indonesia (KKRI) dan mitigasi bencana juga menjadi bahasan utama. TNI AL ingin memastikan masyarakat di wilayah pesisir memiliki rasa aman sekaligus siap menghadapi ancaman bencana alam. Forum ini juga menekankan pentingnya kreativitas prajurit dalam menjalin kedekatan dengan tokoh masyarakat serta pemerintah daerah.

Baca Juga: Wakil Komandan Kodiklatad Kunjungi Papua Barat, Tinjau Latihan Yonif 764 IB

"Prajurit teritorial harus menjadi garda terdepan. Kita perkuat ketahanan maritim sekaligus dukung Indonesia Maju sesuai perintah KSAL Laksamana Muhammad Ali," tegas Laksda Bram.

TNI AL juga bakal menggandeng kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan. Melalui langkah ini, TNI AL berharap jajaran teritorialnya makin lincah menjaga kedaulatan laut sambil tetap mengawal kepentingan rakyat banyak. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.