HANKAM

Kirim Ribuan Prajurit Perdamaian ke Lebanon, Panglima TNI Ingatkan Situasi Memanas di Blue Line

Prajurit Satgas TNI Konga
Prajurit Satgas TNI Konga beserta Milstaff Seceast UNIFIL Tahun Angkatan 2024. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melalui Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Bambang Ismawan melepas keberangkatan Satgas TNI Konga beserta Milstaff Seceast UNIFIL Tahun Angkatan (TA) 2024, bertempat di Plaza Mabes TNI, Jakarta, Kamis, (29/02/24).

Total ada 1.050 prajurit yang dikirim terdiri dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-R UNIFIL sebanyak 850 orang, Satgas FHQSU TNI Konga XXVI-O UNIFIL sebanyak 115 orang, Satgas CIMIC TNI Konga XXXI-N UNIFIL sebanyak 7 orang, Satgas MCOU TNI Konga XXX-N UNIFIL sebanyak 18 orang, Satgas MPU TNI Konga XXV-P UNIFIL sebanyak 40 orang, Satgas Hospital TNI Konga XXIX-O UNIFIL sebanyak 9 orang dan Satgas Milstaff Seceast TNI Konga UNIFIL sebanyak 11 orang.

Baca Juga: KSAU Ingatkan Pesan Presiden tentang Perkembangan Teknologi Militer: Jadi Pembelajar yang Aktif dan Adaptif

Dalam amanatnya, Panglima TNI mengungkapkan bahwa situasi di perbatasan Israel dan Palestina yang kembali memanas sejak tanggal 7 Oktober 2023 berimbas pada situasi di Lebanon Selatan. Saling serang antara IDF dan Hizbullah membuat situasi di Blue Line atau garis demarkasi yang memisahkan Lebanon dari Israel dan Dataran Tinggi Golan memanas. Hal ini menurutnya dapat meningkatkan ketegangan dan eskalasi konflik di Timur Tengah yang juga mempengaruhi konflik Israel-Hizbullah.

“Oleh sebab itu, sesuai dengan dinamika situasi keamanan di daerah misi, seluruh prajurit harus selalu mengikuti perkembangan situasi yang terjadi,” pesan Panglima TNI.

Baca Juga: KSAD Beri Penghargaan untuk Kodam III/Siliwangi dan Secapa AD

Ia pun menekankan kepada seluruh prajurit selama melaksanakan penugasan di daerah misi untuk selalu perhatikan faktor keamanan, melaksanakan kegiatan sesuai SOP yang berlaku di daerah penugasan dan melaporkan secara berkala terkait perkembangan situasi di daerah misi.

"Apabila eskalasi ancaman semakin meningkat dan diharuskan meninggalkan daerah operasi, berlakukan Rencana Kontijensi yang telah disiapkan oleh pihak UN,” tutupnya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.