HANKAM

Kastaf Koarmada I Sebut Peluang Perubahan Doktrin Operasi Amfibi jika Giuseppe Garibaldi jadi Datang

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali (kanan) di atas kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi. (Dok. Foto: Dispenal)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Komando Armada (Kastaf Koarmada) I Laksma Arif Badrudin menyebutkan potensi perubahan doktrin dalam operasi amfibi TNI Angkatan Laut, jika kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi jadi diakuisisi Indonesia.

Diketahui, TNI AL sedang mengkaji rencana akuisisi kapal induk milik Angkatan Laut Italia tersebut.

“Ketika ini datang nanti, mungkin bisa membuka peluang doktrin yang baru dalam kita melaksanakan operasi amfibi serta bantuan kemanusiaan yang bisa secara cepat hadir ke lokasi bencana,” ujar Arif dalam webinar Semar Sentinel, Rabu (28/1).

Baca Juga: Kastaf Kormada I: Kemampuan “Blue Water Navy” Diproyeksikan untuk Operasi Jauh dari Wilayah Yurisdiksi Nasional

Arif mengatakan, kehadiran ITS Giuseppe Garibaldi bisa menyediakan perlindungan udara organik bagi armada, bertindak sebagai pusat komando bergerak, hingga koordinasi operasi amfibi dan bantuan kemanusiaan.

Selain itu, adanya Giuseppe Garibaldi juga membuka peluang Indonesia untuk operasi jauh dari wilayah yurisdiksi nasional.

Kastaf Koarmada I Laksma Arif Badrudin
Kastaf Koarmada I Laksma Arif Badrudin. (Foto: Dok. tangkapan layar Youtube Semar Sentinel)

Namun, Arif mengatakan bahwa kehadiran Giuseppe Garibaldi harus dibarengi dengan kemampuan siber yang mumpuni.

“Dibutuhkan kemampuan network centric warfare, yakni integrasi sensor dan senjata di seluruh domain. Tentu butuh keamanan siber yang lebih baik, karena semua dalam satu jaringan yang rentan ancaman siber,” kata Arif.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali memastikan rencana akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi terus dibahas secara aktif oleh internal TNI AL.

Baca Juga: HUT ke-4, Koopsudnas Teguhkan Komitmen sebagai Ujung Tombak Operasi Udara TNI AU

“Kapal induk ini sekarang masih kami dalami, mudah-mudahan bisa kita segera akuisisi. Dan nantinya kapal induk ini bermanfaat bagi operasi militer perang maupun operasi militer selain perang,” ujar Ali di Bogor, Jawa Barat, 18 Oktober 2025.

Ali menjelaskan, selain fungsi tempur, Garibaldi akan dioptimalkan untuk misi kemanusiaan dan distribusi bantuan ke wilayah pulau-pulau terluar.

Kementerian Pertahanan RI selaku penanggung jawab pengadaan alutsista, mengaku masih menunggu kajian operasional dari TNI AL. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.