HUT ke-4, Koopsudnas Teguhkan Komitmen sebagai Ujung Tombak Operasi Udara TNI AU

Jakarta, IDM – Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) memperingati HUT ke-4 dengan meneguhkan komitmennya sebagai ujung tombak operasi udara TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan TNI.
"Kita berharap bersama seluruh penugasan (TNI) Angkatan Udara, termasuk TNI, ujung tombaknya adalah Koopsudnas dan jajaran," ungkap Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo usai memimpin upacara peringatan HUT ke-4 Koopsudnas di Makoopsudnas, Jakarta, Rabu (28/1).
Komitmen tersebut juga sejalan dengan validasi organisasi yang ada di lingkungan Koopsudnas sejak 2025.
Baca Juga: Letkol Petrus Paramayudo Prabowo Jabat Komandan Taipur Kostrad, Ini Prestasinya
Melalui validasi organisasi itu, Koopsudnas kini membawahi tiga Komando Daerah Angkatan Udara (Kodau) 1, 2, dan 3 yang mencakup wilayah barat, tengah, serta timur Indonesia.

"Kemudian juga kita (Koopsudnas) memiliki Koopsau sebagai komando pelaksana operasi sekaligus pembina satuan yang ada di jajaran kita," imbuh Minggit.
Pada peringatan hari jadi tahun ini, Koopsudnas menegaskan bahwa penguatan peran organisasi tidak hanya dimaknai sebagai seremonial, tetapi juga sebagai momentum konsolidasi dan pemantapan kesiapan operasional dalam menghadapi tantangan ke depan.
Baca Juga: Pangdam XVII/Cenderawasih Bersama Dekranas Dorong Penguatan UMKM Papua
"Untuk itu, saya mohon doa restu kepada seluruh masyarakat dan teman-teman semua, semoga di usia keempat ini Komando Operasi Udara Nasional semakin mantap di dalam menyongsong modernisasi alutsista, serta tugas-tugas ke depan, terutama adalah mengawal dirgantara nasional," pungkas Pangkoopsudnas.
HUT ke-4 Koopsudnas tahun ini mengusung tema "Dilandasi Semangat Labda Reswara Antarikshe, Koops Udara Nasional Bertekad Selalu Prima Dalam Penugasan dan Ampuh Dalam Menjaga Dirgantara Nasional Menuju Indonesia Maju.”
Tema tersebut meneguhkan komitmen kita bersama agar Koopsudnas semakin kokoh dan relevan dalam menghadapi tugas-tugas ke depan. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































