HANKAM

Kapuspen TNI Ungkap Alasan TNI Amankan Kejagung

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Mayjen Nugraha Gumilar buka suara terkait pengamanan Puspom TNI di Kejaksaan Agung (Kejagung). Menurutnya penjagaan ini tidak terkait kasus yang tengah ramai dibicarakan akhir-akhir ini yaitu diduga anggota Densus 88 membuntuti Jampidsus Kejagung.

"Tidak ada kaitannya dengan kasus yang ramai dibicarakan, pelaksanaan pengamanan yang dilakukan normal seperti biasanya tidak ada yang istimewa," kata Kapuspen kepada wartawan, Minggu, (26/5).

Baca Juga: Taruna Tingkat III AAU Bersiap Jelang Latihan Cakra Wahana Paksa, Asah Kemampuan Navigasi Udara

Ia menjelaskan terkait pengamanan Kejagung oleh Pom TNI dilaksanakan dengan dasar Kejagung dengan TNI yang telah menandatangani MoU No4 Thn 2023 & No NK/6/IV/2023/TNI tanggal 6 April 2023.

"Ruang lingkup MoU tersebut pada pasal 7 diantaranya adalah penugasan prajurit TNI di lingkungan Kejaksaan (seperti JAM Pidmil) dan dukungan bantuan pers TNI dalam pelaksanan tugas dan fungsi kejaksaan. Bantuan pengamanan sdh dilaksanakan jauh sebelumnya dalam rangka dukung giat gakkum karena kita disana ada Jam Pidmil," jelas Kapuspen.

Baca Juga: Satgas Yonif 509 Berbagi Alas Kaki dan Borong Hasil Tani Masyarakat Papua

Sebelumnya dalam rilis yang disampaikan Puspom TNI diposting di akun Instagramnya @puspomtni yang akhirnya dihapus disebutkan beberapa personil Puspom TNI dikerahkan ke Kejagung untuk peningkatan pengawasan setelah adanya dugaan peristiwa penguntitan terhadap Jampidsus oleh anggota Densus 88.

"Langkah ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran dan ancaman yang dirasakan setelah kejadian tersebut. Personel Puspom TNI bekerja sama dengan pihak keamanan internal Kejaksaan Agung serta aparat penegak hukum lainnya untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi potensi ancaman. Pengamanan ini mencakup patroli rutin, pemeriksaan kendaraan, serta pengawasan terhadap individu yang keluar masuk area Kejaksaan Agung," tulis Puspom TNI. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.