Investasi SDM dan Regenerasi Penerbang, 14 Siswa Penerbang Ikuti Pendidikan KPTPA

Jakarta, IDM - Sebanyak 14 siswa penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengikuti Pendidikan Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Angkut (KPTPA) angkatan ke-7 yang digelar di Skadron Udara 4, Wing Udara 2, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Kamis (16/2).
Belasan siswa tersebut berasal dari sejumlah skadron angkut TNI AU, di antaranya Skadron Udara 2, Skadron Udara 4, Skadron Udara 5, Skadron Udara 17, Skadron Udara 27, Skadron Udara 31, Skadron Udara 32, dan Skadron Udara 33.
Sebelum mengikuti Pendidikan KPTPA, mereka terlebih dahulu harus menempuh pendidikan di Sekolah dasar Kecabangan (Sesarcab) Penerbangan. Setelah lulus, mereka kemudian dijuruskan ke jenis pesawat angkut dan akan menempuh pendidikan KPTPA selama 6 bulan.

Pendidikan ini sejatinya merupakan bentuk investasi sumber daya manusia (SDM) TNI AU. Pasalnya, para siswa akan dididik dan dipersiapkan sebagai penerbang andal yang nantinya dapat mengemban tugas serta tanggung jawab penugasan di masa depan.
“Pendidikan ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan untuk menerbangkan pesawat angkut twin/multi engine bagi lulusan Sesarcab penerbang yang dijuruskan ke pesawat angkut,” ungkap Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Kolonel Pnb Fairlyanto dalam sambutannya saat upacara pembukaan pendidikan KPTPA seperti dikutip dari tni-au.mil.id, Jumat (17/2).
Baca: Panglima Koopsudnas dan Atase Udara Australia Bahas Peningkatan Kerja Sama Pertahanan Udara
Lebih lanjut Fairlyanto mengungkapkan, pendidikan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk kaderisasi yang telah ditentukan sebelumnya dalam rangka pelaksanaan program regenerasi dan pemenuhan penerbang pesawat angkut TNI AU. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































