HANKAM

Ini Respon TNI AD Terkait Usulan Rindam Jadi Tempat Rehabilitasi Narkoba

Kadispenad Brigjen TNI Hamim Tohari
Kadispenad Brigjen TNI Hamim Tohari. (IDM/Ronald)

Jakarta, IDM - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Hamim Tohari buka suara terkait usul Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) menjadi tempat rehabilitasi pecandu narkoba. Menurutnya usulan ini masih baru wacana dan belum dibahas secara teknis.

"Setelah memang pembahasannya detail, nanti akan kita sampaikan. Ini kan baru sebatas wacana, jadi belum ada update yang detail yang bisa saya sampaikan di sini," kata Hamim kepada wartawan di acara "Coffee Morning Kadispenad dengan Awak Media" di Mabesad, Rabu, (13/9).

Baca Juga: Sambut HUT TNI ke-78, TNI AD Akan Gelar Pameran Hingga Lomba Jurnalistik

Walaupun begitu kata Hamim, TNI AD siap jika memang Rindam dijadikan tempat rehabilitasi.

"Artinya kan kalau memang itu dibutuhkan kita siap, persoalan tempat kan sebenarnya Rindam itu punya tempat yang cukup luas dan saat ini pun kita banyak mengakomodir kepentingan-kepentingan dari institusi yang lain untuk menyelenggarakan pendidikan, pelatihan di sana, terkait dengan hal-hal bela negara," kata Hamim.

Baca Juga: Kadispenad Minta Maaf Oknum Perwiranya Lawan Arah di Tol MBZ

Selasa, (12/9) kemarin, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan Rindam siap mendapatkan tugas tersebut. Yudo menilai usul ini mencuat lantaran banyak kasus narkoba yang terjadi. Selain itu, menurutnya, pemerintah punya tugas untuk menangani sejumlah persoalan lain.

"Jadi gini, sekarang ini karena mungkin yang harus direhabilitasi banyak sekali kan yang di masyarakat dan mungkin di lembaga pemasyarakatannya penuh dengan kasus narkoba ini sehingga mungkin Bapak Presiden mengambil langkah-langkah untuk percepatan penanganan seperti kita menyelesaikan stunting, menyelesaikan COVID, kemudian yang kasus-kasus yang bisa diselesaikan secara masif dan cepat," kata Laksmana Yudo di Mabes TNI. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.