Indonesia Ikuti Latma Trilateral Crocodile Response 2023 Bersama Australia dan Amerika

Jakarta, IDM - Indonesia mengikuti latihan bersama (Latma) Trilateral Crocodile Response 2023 bersama angkatan bersenjata Australia dan Amerika Serikat yang resmi dibuka di 1st Bde ground parade, Robertson Barrack, Darwin Australia, Senin (15/5).
Dikutip keterangan Puspen TNI, Selasa, (16/5) Komandan Komando Utara Gabungan Angkatan Bersenjata Australia Kolonel Laut Mitchell Livingstone yang membuka langsung latihan mengatakan latihan ini dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas antara Angkatan Bersenjata Australia, Amerika Serikat dan Indonesia dalam misi operasi bersama bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
"Exercise Crocodile Response 2023 merupakan latihan yang sangat penting yang melibatkan Australia, AS, dan Indonesia bekerja sama secara efektif saat terjadi bencana alam," kata Kolonel Livingstone.
Baca Juga: TNI AL Perbanyak Klaster Pertahanan Kampung Bahari Nusantara di Perbatasan
"Selama latihan, para peserta akan mengasah keterampilan pemberian bantuan bencana gabungan yang diaktualisasikan dalam serangkaian skenario latihan seperti tindakan medis, rekonstruksi bangunan dan penjernihan air agar layak konsumsi," tambahnya.

Sementara itu, Komandan Pasukan Rotasi Marinir Amerika di Darwin Kol. Brendan Sullivan mengungkapkan besarnya tantangan yang dihadapi dalam bencana alam menuntut kemampuan untuk berkoordinasi, kerjasama tim, dan interoperabilitas yang tinggi.
Baca Juga: KSAD Dapat Kado Istimewa Karya Teknologi Anak Bangsa dari Pangdam V/Brawijaya
"Melalui latihan Crocodile Response mari kita jalin ikatan yang kuat, bangun kepercayaan, dan tingkatkan kemampuan kolektif kita. Bersama-sama kita laksanakan skenario latihan yang kita susun serupa dengan realita yang menuntut untuk bertindak melampaui batas kemampuan, menguji daya kritis, serta mengatasi segala permasalahan," katanya.
Mewakili TNI, Letkol Inf Deden Kurniawan selaku wakil ketua delegasi TNI mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak Australia yang telah menerima delegasi TNI dengan ramah.
"Mari kita laksanakan latihan ini secara profesional, antusias dan kerjasama tim," kata Letkol Deden. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































