HANKAM

Filipina Jadi Negara Terakhir Pelayaran KRI Bima Suci dalam KJK 2024

KRI Bima Suci
KRI Bima Suci sandar di Manila, Filipina, sebagai negara terakhir dalam pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) 2024 untuk taruna AAL angkatan ke-71. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – KRI Bima Suci memasuki etape ke-10 pelayaran muhibah dan diplomasi Kartika Jala Krida (KJK) 2024. Kapal layar latih taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) itu tiba di Manila, Filipina, Selasa (15/10).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hady dalam keterangannya menjelaskan KRI Bima Suci akan singgah di negeri "lumbung padi" itu selama empat hari, yakni 15-18 Oktober.

"KRI Bima Suci tiba di negara terakhirnya, yaitu Filipina sebelum memasuki tanah air. Manila menjadi kota yang disinggahi di Filipina," jelas Wira.

Baca Juga: Menuju Pasifik Selatan, KRI Wahidin Sandar di Sorong Papua

Selama persinggahannya tersebut, KRI Bima Suci akan melaksanakan berbagai kegiatan seperti open ship, cocktail party, sport activity hingga cultural visit di Manila, Filipina.

Duta Besar (Dubes) LBBP RI untuk Filipina Letjen (Purn) Agus Widjojo mengungkapkan pada open ship yang akan digelar pada Rabu (16/10) besok, KRI Bima Suci mempersilakan masyarakat Indonesia di Manila dan warga Filipina untuk melihat langsung kapal layar tiang tinggi.

KRI Bima Suci
(Foto: Dok. TNI AL)

Pada hari yang sama, taruna AAL juga akan mengadakan parade drum band ke Taman Legazpi, dimulai dari kantor KBRI di Manila. Sorenya, mulai pukul 15.00-17.00 turut diadakan kirab budaya kolaborasi kedua negara, dimulai dari Salcedo Street, yakni lokasi KBRI Manila, menuju Taman Legazpi, di kota Makati, Manila.

Baca Juga: Selama Setahun 511 Siswa Bintara TNI AL Ditempa di Surabaya

"KRI Bima Suci berperan mempromosikan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional dengan demikian, kapal ini menjadi alat strategis dalam memperkuat persahabatan antara Indonesia dan negara-negara lain," ujar Agus, dikutip dari keterangan KBRI Manila.

Adapun KRI Bima Suci yang dipimpin komandan kapal dan satuan tugas KJK 2024 Letkol Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso, membawa 98 awak kapal dan 189 taruna AAL angkatan ke-71.

Kapal ini dijawalkan berlayar selama 90 hari dengan menempuh jarak 10.715 mil laut. Rute yang dilalui adalah Surabaya–Jakarta–Singapura–Kamboja–Vietnam–Cina–Korea Selatan–Rusia–Jepang–Filipina–Balikpapan dan dijadwalkan kembali lagi ke pangkalan di Surabaya pada Oktober ini. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.