End Mission KRI Frans Kaisiepo-368, Empat Kapal Perang Asing Kibarkan Merah Putih di Laut Mediterania

Jakarta, IDM - Empat kapal perang dari negara-negara sahabat mengibarkan bendera merah putih saat farewell sail pass, usai latihan manuver tingkat lanjut (advance maneuvering exercise) bersama KRI Frans Kaisiepo-368.
Keempat kapal perang tersebut ialah BNS Sangram-F113 (Bangladesh), FGS Baden Wuerttemberg F-222 (Jerman), TCG Yildrim F-243 (Turki), dan HS Limnos F-451 (Yunani) berlayar dalam formasi dan saling unjuk kemampuan di tengah Laut Mediterania, Senin (8/1).

Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N UNIFIL, Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh, menjelaskan latihan yang telah dirancang MTF-UNIFIL ini memiliki peran sentral dalam arsitektur perdamaian dunia untuk mempertajam naluri tempur.
Baca Juga: Etape ke-4 Pelayaran Menuju Lebanon, KRI Diponegoro-365 Sandar di Mesir
"Memperkuat interoperabilitas dan mempertinggi kesiapsiagaan operasional sebagai determinan keberhasilan mandat," jelasnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.
John melanjutkan, latihan tersebut juga merupakan implementasi diplomasi militer dengan motif confidence building measure, security enhancement, dan capacity building.

"Kepercayaan untuk berkiprah dalam operasi dan latihan bertaraf multinasional merupakan bentuk pengakuan terhadap kapabilitas TNI AL setara dengan angkatan laut negara-negara maju dunia," ujarnya.
Baca Juga: Terjun ke Markas Kopassus, Panglima Uji Ketangguhan Senjata Sat-81
Seluruh kapal perang yang terlibat memberikan penghormatan kepada KRI Frans Kaisiepo-368 yang dalam waktu dekat akan mengakhiri misinya selama setahun di Lebanon (end mission) dan kembali ke tanah air.
Selain itu, pengibaran bendera merah putih di atas kapal perang negara sahabat juga merupakan bentuk pengakuan serta penghormatan atas eksistensi dan kontribusi Indonesia. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































