Terjun ke Markas Kopassus, Panglima Uji Ketangguhan Senjata Sat-81

Jakarta, IDM - Terjun langsung ke markas Kopassus di Cijantung, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto langsung mengecek ketangguhan senjata yang dimiliki Sat-81 Kopassus.
Baca Juga: Aksi Heroik Prajurit Kodim 0303/Bengkalis, Evakuasi Warga Korban Banjir di Habitat Buaya
"Saya mengecek dan melihat secara langsung kondisi riil kesiapsiagaan operasi Satuan 81 (Sat-81) Kopassus di Cijantung, Jumat, 5 Januari 2024.Pada kesempatan itupula, saya menguji ketangguhan senjata yang dimiliki Sat-81 Kopassus," kata Panglima dikutip dari Instagramnya @91agussubiyanto, Senin, (8/1/2024).
Panglima menjelaskan uji senjata ini dilakukan saat latihan keterampilan menembak reaksi. Ia pun berpesan ke depan prajurit Kopassus harus terus menjaga kehormatan dan wibawa.
Baca Juga: Etape ke-4 Pelayaran Menuju Lebanon, KRI Diponegoro-365 Sandar di Mesir
"Jaga kehormatan dan wibawa kopassus, terus berlatih dan selalu siap menjawab tantangan tugas kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun," kata Panglima. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































