Empati KSAD untuk Korban Peristiwa Kanjuruhan
Malang, IDM - Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10) lalu menjadi duka yang mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman sangat berempati atas kejadian tersebut. Didampingi para pejabat TNI AD, KSAD mengunjungi dan memberikan bantuan kepada korban yang dirawat di RSUD dr. Syaiful Anwar, termasuk juga keluarga korban yang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut, Kamis (6/10).

“Sengaja saya datang ke rumah sakit untuk melihat para korban kejadian Kanjuruhan. Ada beberapa yang masih mendapatkan perawatan di ICU dan beberapa sudah di ruang perawatan. Saya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat mendoakan, semoga yang dirawat segera sembuh dan selalu diberikan kesehatan,” ujar Dudung.

“Saya juga turut berbelasungkawa kepada saudara-saudara kita, semoga almarhum dan almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan keluarganya diberi kekuatan dan ketabahan,” lanjut Dudung.

Mantan Pangkostrad tersebut juga mengunjungi kediaman orang tua dan keluarga dari salah satu supporter yang meninggal dunia didampingi oleh Presiden Arema, Gilang Widya Pramana. Selain menyampaikan rasa duka yang mendalam, Dudung berharap, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan serta mendoakan almarhumah Najwa Zalfa Abdillah (16), serta diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. (GIN)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
























































































