HANKAM

Dievakuasi dengan Boeing-737 TNI AU, KSAU Sambut Kedatangan Puluhan WNI di Indonesia

evakuasi
Pesawat Boeing-737 A-7305 yang mengevakuasi puluhan WNI dari Port Sudan menuju Jakarta, Indonesia dan disambut oleh KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyambut kedatangan 75 warga negara Indonesia (WNI) yang berhasil dievakuasi dari Port Sudan, bertempat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (1/5).

Didampingi oleh Dirjen Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan sejumlah pejabat TNI AU, Fadjar menyambut langsung kehadiran puluhan WNI saat mereka turun dari pesawat Boeing-737 milik TNI AU sambil sesekali melambaikan tangan dan menyapa mereka.

"Kita baru saja menyaksikan kedatangan saudara-saudara kita dari Sudan melalui Jeddah. Saudara-saudara kita yang kemarin terdampak oleh situasi politik yang terjadi di Sudan," kata Fadjar.

Baca Juga: Potret Prajurit Kodim 0303 Berjibaku Padamkan Karhutla

Ia menjelaskan, selama menjalankan misi kemanusiaan ini, pesawat TNI AU telah melakukan sebanyak 4 penerbangan dengan total WNI yang berhasil dievakuasi dari Sudan berjumlah 344 orang.

Fadjar Prasetyo
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat menyambut kedatangan puluhan WNI yang dievakuasi menggunakan pesawat Boeing-737 A-7305 di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (IDM/Septo Kun Wijaya)

"Total (penerbangan) yang sudah kami laksanakan dari TNI AU sebanyak 4 penerbangan, dari Sudan melalui Port Sudan menuju Jeddah, bolak balik, dan WNI yang kami bawa khususnya oleh pesawat TNI AU sejumlah 344, dan ada juga 15 WNA," lanjut dia.

Upaya penjemputan ratusan WNI dari Sudan ini merupakan inisasi pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi yang kemudian ditindaklanjuti oleh Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

Baca Juga: Tempuh Pendidikan Infanteri, 134 Prajurit Muda TNI AD Disiapkan Jadi Garda Terdepan

"Bapak Panglima TNI kemudian memerintahkan saya untuk menggerakkan satu pesawat Boeing-737 ke Sudan melalui beberapa titik untuk pengisian bahan bakar," ujar Fadjar.

Dalam kesempatan itu Fadjar juga mengungkapkan rasa syukurnya lantaran proses evakuasi yang dilakukan oleh pemerintah dan Satgas TNI dapat terlaksana dengan aman dan lancar.

Menurut dia, keberhasilan misi ini berkat kerja sama dan koordinasi yang baik dari banyak pihak. "Ini adalah hasil dari kerja sama semua pihak, khususnya Kemlu, melalui Kedutaan Besar di sana dan KJRI di Jeddah, serta dari TNI yang bertugas di sana," pungkasnya. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.