Delapan Prajurit Satgas MTF Lebanon KRI Frans Kaisiepo-368 Naik Pangkat

Jakarta, IDM - Delapan prajurit Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL KRI Frans-Kaisiepo-368 menerima kenaikan pangkat, jelang keberagkatan on task ke-34 di Lebanon, Minggu (1/10).
Dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (2/10), kenaikan pangkat delapan prajurit tersebut terdiri dari satu perwira menengah (Pamen), lima perwira pertama (Pama), satu bintara, dan satu tamtama.
Baca Juga: TNI Kirim Puluhan Rantis Lapis Baja ke Bali Kawal KTT AIS
Selain kenaikan pangkat, KRI Frans Kaisiepo-368 juga menggelar rangkaian anugerah penghargaan bintara dan tamtama periode kedua. Pada kesempatan ini, prajurit yang terpilih ialah Serda NAV Zaenal Azizi dan Kls BAH Simon Christianto Rumailai.

Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh, menyampaikan upacara kenaikan pangkat adalah bentuk penghargaan negara dan TNI bagi prajurit yang memenuhi syarat atas segala dedikasi dalam bertugas.
Baca Juga: KRI Spica-934 dan AL Australia Gelar Latma Survei di Area ZEE Laut Timor
"Hal ini merupakan stepping stone dalam berkarir, semakin tinggi pangkat maka semakin besar pula tanggung jawab dan tuntutan profesionalisme seorang prajurit," ujar Joh .
"Demikian pula prajurit yang terpilih sebagai teladan, hendaknya dapat jadi motivasi dan influencer untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































