Cerita Warga Ikut Mudik Gratis Kapal Perang setelah 3 Tahun Tak Pulang

Jakarta, IDM - Suwaedah, warga Semarang, Jawa Tengah, sangat bersyukur. Ia kini bisa mudik langsung dari Jakarta menuju kampung halamannya setelah tiga tahun lamanya tidak pulang.
"Saya udah tiga tahun nggak mudik semenjak pandemi Covid-19. Baru kali ini pulang lagi dan alhamdulillah secara gratis," tutur Suwaedah kepada Indonesia Defense Magazine saat di geladak KRI Banda Aceh-593, Jakarta, Jumat (5/4).
Suwaedah ialah salah satu dari sekian penumpang yang pulang ke Semarang dari dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta. Ia dapat langsung pulang ke Surabaya setelah TNI AL membuka rute khusus pemudik dengan kapal perang (KRI) ke Pulau Jawa.
Baca Juga: Kostrad Buka Latihan Pembentukan Taipur X Kostrad Tahun 2024
Tak sekadar membuka rute khusus, TNI AL juga memfasilitasi para pemudik secara gratis. Hal ini membuat Suwaedah dan suami serta ketiga anaknya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan pertama kali dalam hidupnya.
"Alhamdulillah ya sangat membantu, apalagi kalau keuangan lagi (sulit) seperti ini. Ini pertama kali juga saya mudik dengan kapal perang dan gratis," ucap Suwaedah.
Awalnya, ia mengetahui informasi mudik gratis dengan kapal perang ini dari salah satu anak perempuannya yang memberitahunya pamflet program TNI AL tersebut lewat akun Instagram.
"Saya tau dari online, dari anak saya lewat Instagram. Bapaknya kan kerja di sini (Jakarta), lalu suami saya itu dikasih tahu temannya info mudik gratia TNI AL dan diberikan link Instagramnya ke anak saya," ceritanya.
Baca Juga: TNI AL Lepas Keberangkatan Mudik Gratis dengan KRI Banda Aceh-593
Saat mendaftar, Suwaedah mengaku caranya sangat mudah, meskipun sempat putus asa karena seminggu setelah mendaftar dirinya belum mendapatkan notifikasi bahwa dinyatakan dapat mengikuti mudik gratis TNI AL.
"Tadinya sempat putus asa belum ada balasan, mungkin kuotanya udah habis, tapi beberapa hari kemudian dapat kabar di ponsel bahwa saya dan keluarga lolos mendapatkan kuota mudik gratis," ujarnya dengan raut wajah senang.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali melepas KRI Banda Aceh-593 untuk membawa 1.026 pemudik ke Semarang dan Surabaya dengan waktu pelayaran selama tiga hari, yakni 5-7 April.
Baca Juga: KRI Banda Aceh-593 Angkut 1.026 Penumpang Mudik Gratis Lebaran 2024
"Nanti kembalinya arus balik juga akan menggunakan KRI Banda Aceh dari Surabaya ke Semarang, kemudian ke Jakarta," ujar Ali di sela kegiatan pelepasan mudik gratis.
Ia juga mengungkapkan, para pemudik di atas KRI Banda Aceh mendapatkan sejumlah fasilitas selama pelayaran menuju Semarang dan Surabaya, seperti kupon makan, kamar tidur, bed sharing (kasur) untuk di geladak dan hanggar heli, dan kamar mandi yang tersedia shower air hangat.
"Yang perempuan dan anak-anak bisa di kamar-kamar. Kemudian, yang laki-laki bisa di geladak dan hanggar heli. Mereka semua mendapat makanan untuk buka puasa dan sahur bahkan untuk yang tidak berpuasa. Ini sudah disiapkan oleh Badan Amal Zakat Nasional (Baznas)", jelasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































