HANKAM

Brigjen TNI Choirul Anam, Jenderal Kopassus yang Dimutasi Jadi Panglima Divif 3 Kostrad

Kostrad
Ratusan prajurit tempur Divisi Infanteri 3 Kostrad menyambut kedatangan Pangdivif 3 Kostrad baru, Brigjen TNI Choirul Anam di Markas Komando Divif 3 Kostrad, Pakatto, Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu, (1/4). (Foto: Penkostrad)

Jakarta, IDM - Hari Sabtu, (1/4) kemarin ratusan prajurit tempur Divisi Infanteri 3 Kostrad menyambut kedatangan Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad baru, Brigjen TNI Choirul Anam di Markas Komando Divif 3 Kostrad, Pakatto, Gowa, Sulawesi Selatan.

Choirul disambut dengan berbagai tradisi satuan dan juga tarian adat dari Sulawesi Selatan.

Dilansir dari keterangan resmi Puspen TNI, Choirul dipromosikan menjadi Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3/Kostrad menggantikan Mayor Jenderal Novi Helmi Prasetya.

Baca Juga: Puluhan Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Ada Apa?

Promosi jabatan yang diraih Choirul tertuang dalam surat keputusan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono nomor: Kep/267/III/2023 pada 8 Maret 2023.

Lalu seperti apakah rekam jejak Choirul di dunia militer?

Dilansir dari Kompas, Senin, (3/4) Choirul merupkan perwira tinggi TNI Angkatan Darat abituren Akademi Militer (Akmil) 1994 dengan spesialisasi kecabangan infanteri.

Dengan penguasaan kecabangan tersebut, Choirul selepas menamatkan pendidikannya di Akmil memilih bergabung dengan pasukan elite TNI Angkatan Darat, yakni Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Periode awal karier Choirul di militer lebih banyak berkutat di Korps Baret Merah.

Baca Juga: Keliling Dunia Selama Tujuh Bulan, Ini Rute yang Dilalui KRI Bima Suci

Pada 1996, Choirul menduduki posisi sebagai Komandan Peleton (Danton) II Ki-I Batalion 12 Grup 1 Kopassus dan Pasi Intel Ops Den 521 Kopassus pada 1997.

Selanjutnya, Choirul dipercaya menjadi Perwira Sandi Grup 5 Kopassus pada 1999 dan Komandan Tim Intelijen 2 Grup 5 Kopassus pada 2020.

Lebih jauh ke depan, Choirul ketika menyandang pangkat kolonel pernah menjadi Atase Pertahanan Republik Indonesia di Afrika Selatan pada 2014 dan Perwira Pembantu (Paban) Utama A-5 Dit A Bais TNI pada 2018.

Baca Juga: Danrem 064/MY Bantu Mempertemukan Seorang Ibu dan Anaknya Setelah 18 Tahun Tidak Bertemu

Karier militer Choirul berlahan kian merangkak naik dengan ditunjuk menjadi Komandan Rindam XVIII/Kasuari pada 2020 dan Perwira Menengah Ahli Pangdam VI/Mulawarman Bidang Ilpengtek dan LH pada 2021.

Kemudian, Choirul mendapat promosi jabatan menjadi Komandan Korem 163/Wira Satya dengan pangkat brigadir jenderal.

Kini, dengan jabatan Pangdivif 3/Kostrad yang akan diembannya otomatis ia bakal mendapat kenaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula, yakni mayor jenderal atau jenderal bintang dua. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.