HANKAM

Bakamla RI Perkuat Keamanan Maritim di kawasan Indo-Pasifik

Bakamla RI
Bakamla RI memperkuat kerja sama keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik. (Foto: Humas Bakamla RI)

Jakarta, IDM – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI tengah memperkuat kerja sama keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik.

Hal itu terungkap saat delegasi Bakamla RI menghadiri Pacific Amphibious Leaders Symposium (PALS) 2025 yang berlangsung pada 8–10 Juli 2025 di Manila, Filipina, Rabu (9/7).

Delegasi Bakamla RI dipimpin oleh Direktur Kerja Sama Bakamla RI, Laksma Bakamla Askari, yang mewakili Kepala Bakamla RI selaku Ketua Delegasi.

Baca Juga: Pesan KSAU kepada Lulusan AAU: Jadi Pemimpin yang Visioner dan Adaptif

Askari menuturkan forum tersebut bertujuan untuk memperkuat interoperabilitas, membangun kepercayaan, serta meningkatkan stabilitas keamanan regional di kawasan Indo-Pasifik melalui pendekatan kolaboratif antarnegara.

Dalam sambutannya, para pemimpin militer menekankan pentingnya keterpaduan antar amphibious forces dalam menghadapi tantangan kawasan, baik dalam masa damai maupun skenario kontinjensi.

“Keterlibatan Bakamla RI dalam forum ini sejalan dengan perannya sebagai penjaga keamanan laut yang tidak hanya melaksanakan penegakan hukum pada masa damai, tetapi juga memiliki fungsi strategis sebagai naval auxiliary dalam mendukung komponen pertahanan negara,” ucap Askari dalam keterangan resmi Bakamla RI, Rabu (9/7).

Menurut dia, hal ini turut memperkuat posisi Indonesia dalam menjalin kerja sama maritim regional dan kontribusi aktif dalam forum-forum strategis seperti ASEAN Coast Guard Forum (ACF).

Baca Juga: Indonesia-Cina Pererat Diplomasi Pendidikan dan Pertahanan

“Partisipasi Bakamla dalam PALS merupakan langkah konkret untuk memperluas jejaring kerja sama dan meningkatkan kapasitas interoperabilitas dengan kekuatan militer kawasan, demi stabilitas dan keamanan maritim Indo-Pasifik,” ujar Askari.

Adapun PALS 2025 diselenggarakan oleh Philippine Marine Corps (PMC) bekerja sama dengan United States Marine Corps (USMC), serta diikuti oleh perwakilan dari 32 negara di kawasan Indo-Pasifik.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ltgen James F. Glynn, Commander, U.S. Marine Corps Forces Pacific, Secretary of National Defense Filipina Gilberto Teodoro Jr., dan Commandant of the Philippine Marine Corps Maj. Gen. Vicente Blanco. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.