Asintel KSAU: Sukseskan Reformasi Birokrasi Melalui Pembangunan Zona Integritas

Jakarta, IDM - Asisten Intelijen (Asintel) KSAU Marsekal Muda (Marsda) TNI I Wayan Sulaba mencanangkan pembangunan zona integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) untuk jajaran dan Supervisi Sintelau, di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (8/2).

Wayan mengatakan, pencanangan pembangunan zona integritas merupakan langkah awal dan bagian dari program menyukseskan reformasi birokrasi. Langkah tersebut dengan melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintah yang baik, efektif, efisien, pelayanan prima dan memuaskan terutama di Sintelau.

Pencanangan pembangunan ZI diharapkan menjadi upaya dan komitmen bersama untuk menjadikan Sintelau zona yang berintegritas, sekaligus sebagai Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

Pada acara yang dihadiri oleh Itjenau, Asrena KSAU, Kadisrpotrudau, dan Kadispenau ini juga dilaksanakan penandatanganan Pakta Integritas oleh masing masing perwakilan Pamen, Pama, Bintara, Tamtama dan PNS, serta penandatanganan Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas oleh Asintel, Waasintel dan para saksi. (nhn)
Hankam

KSAU Mengudara dengan F-16 dalam Patroli Terkoordinasi TNI AU-RSAF di Selat Singapura
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengudara dengan F-16 dalam patroli terkoordinasi Indopura Sakti-26 bersama RSAF di Selat Singapura sekaligus menggelar Meet-in-the-Air bersama pimpinan RSAF.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































