78 Anggota Paskibraka HUT ke-78 RI Ikut Pembekalan Kemaritiman TNI AL

Jakarta, IDM - Sebanyak 78 anggota Paskibraka Nasional dari 38 provinsi di seluruh Indonesia, berkumpul dan onboard di atas KRI Banda Aceh-593 yang tengah sandar di dermaga Kolinlamil, Jakarta, Senin (21/8).
Ternyata, para anggota pengibaran bendera Merah Putih di Istana Merdeka, pada HUT ke-78 RI ini mengikuti kampanye kemaritiman dalam rangka sosialisasi penerimaan prajurit TNI AL, setelah nantinya lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA).
Para remaja paskibraka yang nampak gagah dengan postur tegap, dibalut seragam serba putih dan dilengkapi peci hitam, nampak antusias saat menerima sejumlah pembekalan di atas kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) itu.
Mereka terlihat menyimak satu per satu materi pembekalan yang diberikan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), pengenalan profil TNI AL oleh Lembaga Penyediaan Tenaga Angkatan Laut (Lapetal).

Tak hanya itu, ke-78 anggota paskibraka juga diajak tour ship KRI Banda Aceh-593 untuk pengenalan kapal perang serta diberi tahu berbagai kelengkapan dan pakaian TNI AL, mulai dari jenis seragam hingga peralatan tempur satuan yang digunakan oleh prajurit.
Pada kesempatan tersebut, salah satu anggota paskibraka perwakilan Sumatra Selatan, Bintang Wirasatya RA (16), mengaku jadi tertarik untuk menjadi prajurit angkatan laut, dikarenakan dirinya bisa berkeliling Indonesia hingga dunia ketika nantinya menjadi Korps Pelaut.
Baca Juga: KSAD Urai Makna Perwira di Hadapan Perwira Remaja
"Saya ingin menjadi angkatan laut, karena bisa berkeliling dan menjaga NKRI," kata Bintang yang merupakan siswa SMAN 1 Palembang.

Bintang juga mengaku sangat senang bisa pertama kali memasuki kapal perang dan bertemu para jenderal TNI AL yang ia kagumi. "Saya bercita-cita masuk Akademi Angkatan Laut (AAL) agar bisa menjadi jenderal juga," ucapnya.
Sementara itu, anggota paskibraka lainnya dari perwakilan Banten, Naila Aulita Alqubra Sinapoy (16) juga mengungkapkan ketertarikannya untuk masuk ke dunia angkatan laut. Menurutnya, menjadi prajurit TNI AL dapat mengeksplorasi semua wawasan di Indonesia.
Baca Juga: KSAD Rotasi 7 Pangdam, Ini Nama-namanya
"Saya tertarik dengan angkatan laut, karena tidak hanya mengenali kapal-kapal, tapi juga ada bidang-bidang menarik lainnya, seperti teknik elektro," tutur siswi dari British School Jakarta ini.
Sebelumnya, Pangkolinlamil Laksda TNI Edwin membuka pemaparan pertama dalam kegiatan kampanye kemaritiman tersebut. Hadir pula di antaranya Aspers KSAL Laksda TNI Rahmad Wahyudi, Kadisminpersal Laksma TNI Ashari Alamsyah, Kadispenal Laksma TNI I Made Wira Hady AW, dan Kadisbintalal Brigjen TNI (Mar) Sandy Muchjidin Latief. (at)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































