47 Pati TNI AD Naik Pangkat, Ada 2 Letjen hingga 32 Brigjen

Jakarta, IDM - Sebanyak 47 Perwira Tinggi (Pati) TNI AD naik pangkat. Hal ini pastikan dalam Upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (27/3).
Dari jumlah tersebut, 20 Pati bertugas di luar struktur TNI AD dan 27 lainnya di dalam struktur organisasi. Para Pati yang naik pangkat terdiri dari 2 perwira tinggi berpangkat Letnan Jenderal, 13 Mayor Jenderal, dan 32 Brigadir Jenderal.
Baca Juga: Spesifikasi Kapal Amfibi LPD dan OPV Rudal Thailand yang Singgah di Jakarta
Pada kesempatan tersebut Maruli mengatakan bahwa para perwira yang memegang jabatan pimpinan harus mampu berinovasi untuk mendorong kemajuan satuan serta meningkatkan profesionalitas prajurit. Mereka juga dituntut terus mengikuti perkembangan, khususnya di bidang teknologi, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam modernisasi alutsista TNI AD.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas diri serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang, guna mendukung pelaksanaan tugas TNI AD dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus berkontribusi pada program pemerintah.
Baca Juga: Karier Cemerlang Kolonel Inf Ali Imran yang Resmi Naik Pangkat Brigjen
“Dengan menyandang pangkat perwira tinggi, para perwira harus mulai berpikir secara menyeluruh (general), melihat kondisi bangsa dan TNI Angkatan Darat secara khusus, serta mampu menentukan langkah nyata yang dapat dilakukan. Semua harus berperan dan mampu mengimplementasikan pengalaman yang dimiliki, serta menghindari rutinitas yang dapat menghambat kemajuan satuan,” pesan Maruli.
Lebih lanjut Maruli juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas dan sinergitas, baik di internal TNI maupun dengan instansi lain. Ia juga menegaskan bahwa pembenahan satuan dan peningkatan kesejahteraan prajurit tetap menjadi prioritas, antara lain melalui program kepemilikan rumah serta pembangunan infrastruktur seperti jembatan untuk mendukung aktivitas masyarakat. (rr)
Hankam

Lagi-lagi WNA India Selundupkan Serbuk Emas Lewat Perut di Juanda, Kali Ini 2,1 Kg Disikat TNI AL
Aksi penyelundupan serbuk emas ilegal di Bandara Internasional Juanda kembali terbongkar. Kali ini, petugas gabungan TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan seberat 2,1 kilogram yang disembunyikan di dalam perut oleh dua warga negara asing asal India.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































