Kamis, 13 Juni 2024

Warisan Cagar Budaya, KRI Dewaruci Tiga Kali Ikuti Pelayaran Muhibah Jalur Rempah

BACA JUGA

Jakarta, IDM – KRI Dewaruci melakukan pelayaran muhibah jalur rempah untuk yang ketiga kalinya. Pada tahun ini, kapal layar latih legendaris itu akan singgah ke beberapa kota dalam negeri hingga luar negeri.

Kepala Staf Koarmada RI Laksamana Muda Didong Rio Duto Purwo Kuntjoro mengungkapkan, KRI Dewaruci akan menempuh rute pelayaran muhibah dari Jakarta, Belitung Timur, Dumai, Sabang, Melaka (Malaysia), Tanjung Uban, dan Lampung.

“Lama pelayaran lebih kurang selama 38 hari, mulai 7 Juni dari Jakarta dan akan kembali lagi ke Jakarta pada 15 Juli,” ungkap Didong usai pelepasan keberangkatan KRI Dewaruci di dermaga Kolinlamil, Jakarta, Jumat (7/6).

Baca Juga: Pangkostrad Pastikan Kesiapan Yonkes 1 Kostrad untuk Misi Kemanusiaan di Gaza

Adapun KRI Dewaruci pertama kalinya mengikuti pelayaran muhibah jalur rempah pada 2022 lalu dengan membawa 134 peserta. Kapal layar latih itu mengarungi lautan selama 1 Juni-2 Juli dengan menapak tilas enam titik, yaitu di Surabaya, Makassar, Baubau-Buton, Ternate dan Tidore hingga Banda.

Kemudian, pada 2023 kemarin kegiatan penelusuran jalur rempah tahun ini berfokus pada jejak rempah di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. KRI Dewaruci membawa 50 perserta dari Surabaya menuju Kepulauan Selayar mulai 24-28 November.

Didong melanjutkan, penggunaan KRI Dewaruci dalam pelayaran muhibah jalur rempah itu bertujuan membangkitkan semangat nasionalisme dan juga sebagai upaya untuk melestarikan kapal layar latih legendaris yang dimiliki oleh TNI AL.

Baca Juga: Kodam II/Sriwijaya Akan Rehab 3.257 Rumah Prajurit dan Masyarakat

“(KRI Dewaruci) ini menjadi warisan cagar budaya, itu adalah alasan utama kenapa KRI Dewaruci digunakan dan ini jelas jadi kebanggaan nasional kita,” tuturnya.

Sejarah KRI Dewaruci

KRI Dewaruci yang sudah berusia 71 tahun ini merupakan kapal layar terbesar yang dimiliki TNI AL. Nama kapal ini diambil dari ama dewa dalam kisah pewayangan Jawa, yaitu Dewa Ruci.

Dewaruci dibuat pada 1952 oleh H. C. Stülcken & Sohn Hamburg, Jerman Barat. Kapal berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5 meter dari kelas Barquentine ini merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal itu pada 1952 yang masih laik layar dari tiga yang pernah diproduksi.

Baca Juga: Rumkitlap untuk Misi Kemanusiaan Gaza, Wakil KSAU Pastikan Kesiapan Personel dan Peralatan Kesehatan TNI AU

Dilansir dari berbagai sumber, disebutkan pembuatan kapal ini dimulai pada 1932, sempat terhenti karena saat Perang Dunia II, galangan kapal pembuatnya rusak parah. Kapal tersebut akhirnya selesai dibuat pada 1952 dan diresmikan pada 24 Januari 1953. Selanjutnya, pada Juli 1953, KRI Dewaruci dilayarkan ke Indonesia oleh taruna angkatan laut dan kadet ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia, red).

Setelah itu, KRI Dewaruci yang kemudian berpangkalan di Surabaya, ditugaskan sebagai kapal latih bagi taruna atau kadet Akademi Angkatan Laut (AAL). Kapal ini melayari kepulauan Indonesia dan juga ke luar negeri. Bahkan kapal ini juga pernah mengelilingi dunia sebanyak dua kali.

Meski kapal layar latih dengan berat 847 ton ini sudah berstatus purna tugas, namun KRI Dewaruci tetap mampu beroperasi hingga saat ini. (at)

BERITA TERBARU

INFRAME

Kejuaraan Menembak Tanfoglio Cup 2024

Peserta kategori IPSC Level III mengikuti Kejuaraan Menembak Tanfoglio Cup 2024 di Lapangan Tembak Djamsuri, Wing Komando 1 Kopasgat, Jakarta, Jumat (7/6). Perlombaan tersebut mengangkat tema "Kualitas dan Prestasi adalah Kehormatan".

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER