Wamenhan Terima Kunjungan Kehormatan Kepala Staf Angkatan Laut Singapura

Jakarta,IDM - Kepala Staf Angkatan Laut Singapura Rear Admiral Aaron Beng didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Indonesia Laksamana TNI Yudo Margono bertemu Wakil Menteri Pertahanan RI (Wamenhan) Muhammad Herindra di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Kamis (18/8).
Dalam kunjungan kehormatan tersebut, Aaron Beng menyampaikan sejumlah keberhasilan kerja sama penguatan hubungan angkatan laut kedua negara seperti pelaksanaan Navy To Navy Talks (NTNT).
Untuk itu, Aaron berharap kesediaan pemerintah Indonesia khususnya Kemhan guna mendukung berbagai military-to-military relation antara TNI AL dengan Republic Of Singapore Navy (RSN).
Di bawah kerja sama bilateral bidang pertahanan Defence Cooperation Agreement (RI-Singapura) Aaron berharap bahwa Indonesia menjadi negara yang memiliki hubungan militer erat dengan Singapura dalam menyikapi setiap perkembangan lingkungan strategis kawasan.
Lebih lanjut, Aaron menjelaskan bahwa sejumlah rencana proyeksi strategis kerja sama militer antara RSN dengan TNI AL yang dalam satu dekade terakhir terus mengalami peningkatan. (si/nhn)
Hankam

TNI AD Komitmen Usut Tuntas Insiden Penembakan di Pidie
Kodam Iskandar Muda melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden penembakan yang menewaskan seorang warga saat penertiban bendera Bulan Bintang di Pidie, Aceh. Pemerintah juga menggandeng Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































