Wamenhan Harapkan Program P3DN Segera Direalisasikan

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI merupakan salah satu institusi yang berkomitmen memberikan alokasi anggaran cukup besar dalam pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri, untuk mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI M. Herindra, yang didampingi Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto dan Irjen Kemhan Dr. Ida Bagus Purwalaksana, Senin (23/5) di Kemhan, Jakarta, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Aksi Afirmasi Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri Dalam Rangka Bangga Buatan Indonesia.

Herindra mengungkapkan, “Program P3DN ini merupakan program pemerintah yang sangat penting dan harus segera direalisasikan”.
Herindra menyebutkan, untuk mempercepat implementasi komitmen P3DN, Menhan RI telah menerbitkan surat edaran tentang komitmen penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kemhan dan TNI, juga surat edaran kepada masing – masing Unit Organisasi (UO) agar segera melakukan transaksi belanja produk dalam negeri minimal 40 persen dari anggaran belanja sampai akhir Mei 2022. (gin)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































