HANKAM

Kemhan RI dan Naval Group Bahas Biaya Konstruksi Scorpene Evolved

M Herindra, Pierre Eric Pommellet
Wamenhan M Herindra bertemu dengan CEO Naval Group Pierre Eric Pommellet di Kemhan, Kamis (9/11). (Foto: Dok. Humas Kemhan)

Jakarta, IDM - Wakil Menteri Pertahanan M Herindra bersama CEO Naval Group Pierre Eric Pommellet membahas pengadaan kapal selam Scorpene Evolved full Lithium-Ion Batteries (LIB) di Kemhan, Jakarta, Kamis (9/11).

Dikutip dari keterangan Humas Kemhan, Jumat (10/11), pertemuan tersebut khususnya adalah membahas soal pembiayaan konstruksi Scorpene Evolved sesuai prasyaratan antara pemerintah Indonesia dan Prancis.

Baca Juga: Harapan Prabowo, Tiap Kabupaten di Indonesia Punya Rumah Sakit TNI Modern

Sebelumnya, dalam proposal terbarunya kepada TNI AL, Naval Group mengusulkan varian baru kapal selam Scorpene yang dilengkapi teknologi baterai Lithium-Ion, sehingga memberikan daya tahan paling lama dibandingkan varian lainnya.

Dilansir dari Navalnews, dengan konfigurasi full LIB, Scorpene Evolved akan memiliki endurance total 80 hari (dengan 78 hari di antaranya menyelam), jangkauan operasional lebih dari 8.000 mil laut, lower indiscretion rate, dan mampu mempertahankan kecepatan tertinggi lebih lama.

Hal ini dapat dicapai karena LIB dapat menyimpan dan menyalurkan lebih banyak energi dengan waktu pengisian yang lebih singkat dibandingkan baterai timbal-asam (lead-acid batteries).

Baca Juga: Prabowo Berikan 1.270 Motor untuk Bantu Tugas Babinsa di Papua

Scorpene Evolved full LIB ini dinilai ideal untuk TNI AL karena lebih mudah dan murah dalam pemeliharaan dan pengoperasiannya, dibandingkan dengan kapal selam air-independent propulsion (AIP).

Hal itu dikarenakan penggunaan sistem propulsi AIP mengharuskan TNI AL membangun fasilitas lepas pantai yang kompleks untuk memasok sistem. Selain itu, perlu pelatihan ekstra untuk awak kapal selam dan personel lain yang akan terlibat dalam memasok sistem AIP. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.