HANKAM

Wakil KSAU Gelar Pertemuan dengan Sejumlah Pemimpin Angkatan Udara Dunia, Ini yang Dibahas

Wakil KSAU Marsdya TNI Andyawan Martono
Wakil KSAU Marsdya TNI Andyawan Martono melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan angkatan udara dunia. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakil KSAU) Marsdya TNI Andyawan Martono menggelar kunjungan kerja (kunker) ke Australia dan menghadiri Air and Space Conference Power di National Convention Centre, Canberra, Australia, Selasa (7/5).

Di sela-sela kegiatan tersebut, Wakil KSAU berkesempatan untuk melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin angkatan udara dunia. Pertama, Marsdya TNI Andyawan bertemu dengan Chief of Air Force of the Royal Australian Air Force (CAF RAAF), Air Marshal Robert Chipman.

“Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas tentang sejumlah hal yang terkait dengan kontribusi RAAF dalam mendukung latihan air to air refueling TNI AU di Lanud Iswahjudi tahun lalu,” tulis TNI AU dikutip Rabu (8/5).

Baca Juga: Banjir dan Tanah Longsor di Luwu, TNI AU Berhasil Evakuasi Ratusan Warga dari Wilayah Terisolir

Wakil KSAU juga menegaskan komitmen TNI AU untuk kembali berpartisipasi dan mendukung latihan bersama (latma) Pitch Black 2024 yang rencananya akan digelar pada pertengahan tahun ini.

Wakil KSAU Marsdya TNI Andyawan Martono
(Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Setelah itu, Marsdya TNI Andyawan melakukan pertemuan dengan Chief of Air Force of Republic of Singapore Air Force (RSAF), Brigadier General Kelvin Fan dan mengapresiasi capaian angkatan udara Singapura yang mampu mencapai status Full Operational Capability (FOC) untuk pesawat H-225M dan CH-47F Chinook.

Sementara itu, KSAU Singapura mengapresiasi kehadiran tim aerobatik TNI AU, Jupiter Aerobatic Team (JAT) dalam ajang Singapore Air Show pada Februari 2024. “Penampilan JAT paling impresif dibandingkan dengan yang lainnya,” kata Brigadier General Kelvin Fan.

Baca Juga: Latihan Bersama Singapura, TNI AL Akan Kirim 2 Kapal Pemburu Ranjau

Pertemuan antara Wakil KSAU dengan pemimpin angkatan udara lainnya dilanjutkan dengan Commander of the Royal Brunei Air Force (RBAF), Brig Gen Sharif Ibrahim.

Angkatan udara Brunei baru saja membeli enam helikopter H145M untuk menggantikan armada Bo-105 yang sudah mendukung tugas RBAF selama 41 tahun dan telah di-grounded pada dua tahun yang lalu. Wakil KSAU mengapresiasi langkah RBAF melakuka upaya modernisasi alutsistanya dengan pembelian helikopter baru itu.

Terakhir, Wakil KSAU bertemu dengan Space Commander of the French Space Command. “Pada kegiatan diskusi ini, Wakasau menyatakan ketertarikan TNI AU untuk bisa belajar lebih banyak tentang pemanfaatan ruang angkasa dan membicarakan tentang French Space Command yang sudah melaksanakan AsterX atau latihan militer ruang angkasa berbasis War Games,” pungkas TNI AU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.