Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Tinjau Latihan Taktis Tingkat Kompi Tempur

Jakarta,IDM - Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (WAKSAD) Letjen TNI Agus Subiyanto didampingi Kasdivif 2 Kostrad Brigjen TNI Mohammad Fajar meninjau Latihan Taktis Tingkat Kompi Tempur Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa/6/2 Kostrad yang dilaksanakan di daerah Ngargoyoso, Kab. Karanganyar Jateng, Sabtu (17/9).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk untuk mengecek dan melihat secara langsung penyiapan sekaligus pelaksanaan latihan yang diselenggarakan, dengan sasaran latihan memahami dan mampu menerapkan sekaligus mengimplementasikan seluruh materi latihan yang sudah dilaksanakan di medan penugasan ke depan.
“Prajurit harus fleksibel, mahir dan menguasai medan sebenarnya, jangan berpatokan di medan latihan saja, harus paham fungsi dan tugas masing-masing prajurit. Jangan pernah bosan untuk terus berlatih untuk menguasai materi-materi yang akan diaplikasikan di medan tugas nanti,” ucap Agus.
Fadjar menambahkan, apa yang disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat harus benar-benar dipahami dan dilaksanakan.
“Latihan ini adalah saat yang tepat untuk mengasah kemampuan teknik dan taktik tempur serta naluri prajurit,” ujar Fadjar. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































