HANKAM

Wakasau Terima Tim Safety and Airworthiness JWG RAAF

Wakasau Terima Tim Safety and Airworthiness JWG RAAF
(Dok Dispenau)

Jakarta, IDM - Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI A. Gustaf Brugman menerima kunjungan tim Safety and Airworthiness Joint Working Group (JWG) Royal Australian Air Force (RAAF), di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Senin (6/6).

Kedatangan Tim JWG RAAF dipimpin Air Commodore Tony Jones di Mabesau disambut hangat Wakasau dan beberapa pejabat utama TNI AU.

Tony Jones menyampaikan rasa terima kasih, telah di sambut dengan baik, serta berharap hubungan TNI AU dan RAAF bisa tetap berjalan dengan baik.

Marsekal Madya TNI A. Gustaf Brugman dalam sambutannya, menyampaikan Joint Working Group TNI Angkatan Udara dan RAAF merupakan kerjasama di bidang keselamatan terbang dan kerja (lambangja). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pembinaan keselamatan terbang dan kerja.

JWG juga digunakan sebagai sarana komunikasi dan berbagi informasi, guna menyempurnakan sistem keselamatan penerbangan yang ada, baik di lingkungan TNI AU maupun RAAF, tutup Gustaf Brugman. (Gin)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.