Waaspotdirga KSAU: Komcad Merupakan Kekuatan Pendukung TNI

Jakarta, IDM - Wakil Asisten Potensi Kedirgantaraan (Waaspotdirga) KSAU Marsekal Pertama TNI Umar Fathurrohman memberi pengarahan kepada 416 orang calon siswa (Casis) Komponen Cadangan (Komcad) Matra Udara 2023 yang tengah mengikuti seleksi pusat di Skadik 801 Wingdik 800/Pasgat Lanud Sulaiman, Bandung, Kamis (27/4).
Kepada ratusan Casis Komcad, Waaspotdirga KSAU mengungkapkan jika keberadaan Komcad merupakan unsur kekuatan pendukung Komponen Utama, yakni TNI. Untuk itu, dalam penerimaannya, Komcad juga harus melalui sejumlah rangkaian tes, di antaranya kesehatan umum dan jiwa, tes administrasi, kesegaran jasmani, psikologi, uji postur/anatomi tubuh, serta penelitian personel.
Waaspotdirga KSAU juga menjelaskan perihal jenjang kepangkatan Komcad untuk tahun ini. “Komcad Matra Udara akan dialokasikan 50 orang berpangkat perwira, 350 bintara, dan 100 tamtama yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan,” jelasnya.
Baca Juga: Pamit dari Kopassus, Ini Pesan Mayjen TNI Iwan Setiawan untuk Danjen Kopassus yang Baru
“Namun, karena keterbatasan alokasi, maka kepangkatan juga ditentukan pada saat pelaksanaan pelatihan, sehingga yang lulusan sarjana akan diberikan surat keterangan kesanggupan menyandang pangkat bintara atau tamtama,” tambah Fathurrohman.

Setelah mereka lulus melalui tahap seleksi, para siswa kemudian akan dididik dan dilatih secara militer. Mereka pun akan menerima uang saku/intensif selama tiga bulan serta jaminan perawatan kesehatan dan kecelakaan latihan selama satu tahun.
“Siswa Komcad Matra Udara diharapkan dapat melaksanakan pendidikan dengan baik dan mengikuti instruksi, jaga kesehatan, menjaga kehormatan, dan nama baik korps Komponen Cadangan Matra Udara hingga kembali ke masyarakat,” tutup Waaspotdirga KSAU.
Baca Juga: Wujudkan Zero Accident, Panglima Koopsudnas Ingatkan Pentingnya Keselamatan Kerja dalam Bertugas
Untuk diketahui, masa pengabdian Komcad terbagi menjadi masa aktif dan tidak aktif. Dalam laman resminya, TNI AU menjelaskan jika masa aktif terhitung saat mereka mengikuti pelatihan dan penyegaran, di mana pelatihan penyegaran akan dilakukan setiap tahun, selama maksimal 90 hari dan minimal 12 hari.
Sementara itu, masa tidak aktif Komcad terhitung saat mereka telah selesai melalui masa aktif dan kembali ke profesi semula. Perlu diingat bahwa masa pengabdian Komcad maksimal usia 48 tahun dan pensiun. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































