Usai Terima Brevet Cakra, 500 Prajurit Kostrad Siap Dikirim ke Medan Operasi

Jakarta, IDM - Usai menerima Baret Hijau Kostrad dan penyematan brevet Cakra, 500 prajurit latihan standardisasi Prajurit Kostrad Cakra XIV TA 2023 siap dikirim ke medan operasi.
Hal ini dipastikan Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak usai latihan standardisasi Prajurit Kostrad Cakra XIV TA 2023, bertempat di pantai Palampang, Cileutuh, Sukabumi, Jawa Barat, Senin, (13/3) kemarin.
Baca Juga: Dankoopsus TNI Kirim Prajurit Latihan Gabungan Bersama Malindo Darsasa-11AB/2023
"Prajurit Kostrad harus selalu siap dan mampu melaksanakan tugas operasi dalam segala bentuk medan dan cuaca, serta siap digerakkan untuk melaksanakan tugas kapanpun dan dimanapun, baik dalam rangka Operasi Militer untuk Perang maupun Operasi Militer Selain Perang," kata Pangkostrad.
Lanjutnya, sebagai prajurit pejuang Kostrad harusnya lihai dalam menyikapi perkembangan situasi di era globalisasi saat ini, harus lebih cermat, satu misi dan satu suara dalam menghadapi setiap perkembangan yang terjadi, itulah sesungguhnya menjadi sikap dan komitmen TNI sebagai Tentara Pejuang, Tentara Rakyat, Tentara Nasional dan Profesional, serta senantiasa berperan aktif dalam memberikan pemecahan persoalan yang dihadapi oleh Bangsa dan Negara.
Baca Juga: KSAU Anugerahi Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama untuk CAF RSAF
"Selesainya latihan standardisasi Prajurit Kostrad ini akan dapat memberikan bekal untuk mengabdikan diri kepada Bangsa dan Negara sebagai prajurit Cakra. Predikat sebagai prajurit Cakra Kostrad yang melekat harus disertai dengan sikap dan perilaku yang baik agar prajurit Kostrad selalu dibanggakan rakyat, bangsa dan negara serta dikagumi oleh dunia," kata Pangkostrad.
Latihan standardisasi Prajurit Kostrad Cakra XIV TA 2023 terpilih sebagai lulusan terbaik untuk Perwira atas nama Lettu Inf Yusri Khoirudin. S.Tr.(Han), Bintara Serda Dwi Rahmat Satria dan Tamtama atas nama Prada Andi Ardian Syah. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































